Banjir Mamuju

Diminta Bupati Sutinah Atasi Banjir, Profesor Unhas dan Tim Terapkan Penanganan Berbasis Ekosistem

Penanganan banjir berbasis ekosistem, merupakan salah satu solusi yang disampaikan oleh tim kerja COT Unhas Makassar ke Bupati Sutinah.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Munawwarah Ahmad
Tribun Sulbar / Fahrun Ramli
Suasana rapat penandatanganan MOU antara COT Unhas Makassar dengan Pemkab Mamuju bahas penanganan banjir dan genangan di kota Mamuju, Senin (8/8/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Penanganan masalah banjir di Kota Mamuju Sulawesi Barat (Sulbar) dapat perhatian khusus dari pemerintah Kabupaten Mamuju.

Itu setelah adanya penandatanganan MOU (memorandum of understanding) antara Tim kelompok kerja Center Of Technology (COT) Universitas Hasanuddin Makassar dengan Pemkab Mamuju.

MOU atau kesepakatan, membahas terkait penanganan banjir dan genangan di kota Mamuju dan sekitarnya.

Penandatanganan berlangsung di ruang rapat kantor Bupati Mamuju, Jl Soekarno Hatta, Kelurahan Kerema, Senin (8/8/2022).

Penanganan banjir berbasis ekosistem, merupakan salah satu solusi yang disampaikan oleh tim kerja COT Unhas Makassar.

Kondisi banjir di Dusun Salulayang, Desa Bambu, Kecamatan Mamuju, Sulbar, Minggu (12/6/2022) sore.
Kondisi banjir di Dusun Salulayang, Desa Bambu, Kecamatan Mamuju, Sulbar, Minggu (12/6/2022) sore. (Warga Bambu Ulandari)

"Kita akan coba tawarkan solusi penanganan banjir berbasis ekosistem, setelah melakukan penelitian secara mendalam," ujar koordinator tim kerja COT Unhas Makassar, Masud.

Dikatakan langkah awal yang diambil ialah mengumpulkan sebanyak mungkin data dari balai, dan PUPR Mamuju.

Data itu untuk melihat infrastruktur yang ada didalam tanah, atau dibawah permukaan.

"Batuan estimologi istilahnya, yang ada dibawah tanah dan dipadukan dengan infrastruktur untuk meliha solusi atau bentukan apa yang tepat," lanjutnya.

Karena menurutnya penanganan banjir harus melihat permukaan bawah tanah dan infrastruktur bangunan di atas tanah.

Informasi awal mengenai hal itu yang sangat dibutuhkan oleh COT Unhas Makassar dalam mengambil solusi yang tepat.

"Jadi langkah awal ini yakni mengumpulkan data sebanyak mungkin, dan mempelajarinya," pungkasnya.

Sementara rencana awal yakni penanganan banjir berbasis ekosistem ilah, meniru bentuk alam agar air itu meresap ke dalam tanah.

"Dapat pula menahan air untuk air baku, supaya mata air ini mencukupi, tidak hanya dilemparkan ke laut," ujar Mas'ud.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved