Sulbar Masuk Daftar 24 Provinsi Diserang PMK, Nur Kadar: Tiga Ekor Kerbau Terinfeksi di Mamasa

Sebanyak tiga ekor kerbau dari Desa Bakadisura, Kecamatan Tabang, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) positif terjangkit Penyaki Mulut dan Kuku.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Habluddin Hambali
Tribun Sulbar / Ist
Suasana pengambilan sampel hewan ternak kerbau di Kecamatan Tabang, Mamasa, Sulbar, beberapa hari lalu,(Tribun Sulbar / Ist). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Sebanyak tiga ekor kerbau di Desa Bakadisura, Kecamatan Tabang, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) positif terjangkit Penyaki Mulut dan Kuku (PMK).

Setelah, 14 ekor kerbau telah diambil sampelnya untuk diperiksa di Balai Besar Veteriner Maros, Sulsel, beberapa waktu lalu.

Hasil uji laboratorium dari sampel tersebut, tiga diantaranya dinyatakan postif terjangkit PMK.

Hal tersebut, disampaikan Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Tanaman Pangan Holtikutura dan Peternakan Sulbar, Nur Kadar, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (7/8/2022).

"Kemarin ada 14 ekor kerbau yang bergejala, hasil pemeriksaan di lab ada tiga ekor postif PMK," terang Nur Kadar.

Dijelaskan saat ini untuk wilayah Kecamatan Tabang dilakukan lockdown untuk lalu lintas pengiriman hewan.

"Kalau untuk masuknya PMK belum kita tau persis, sebab kerbau itu milik warga bukan dari luar," lanjutnya.

Kata dia, bisa saja medium pembawa virus PMK tersebut berasal dari lalu lintas kendaraan atau manusia yang datang dari Toraja.

"Informasi dari dokter hewan, beberapa minggu lalu mereka menangani kasus PMK di tanah Toraja, bisa saja medium pembawanya itu, bisa dari kendaraan atau manusia," ujarnya.

Ia pun mengimbau agar para peternak di seluruh wilayah Sulbar mengenali ciri-ciri hewan yang terjangkit PMK.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved