Berita Mamuju

Bupati Mamuju Sutinah Sebut Tambang Batu Gajah di Desa Lebani Tak Miliki Izin Amdal

Bupati Mamuju Sutinah menyebutkan, perusahaan tambang batu gajah di Desa Lebani akan menjadi perhatian serius dari pemerintah daerah.

Penulis: Abd Rahman | Editor: Munawwarah Ahmad
Pemkab Mamuju
Suasana aktvitas tambang batu gajah di Desa Lebani, Kecamatan Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) tidak memiliki izin. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Bupati Mamuju, Sitti Sutinah Suhardi mengatakan, tambang batu gaja di Desa Lebani, Kecamatan Tapalang Barat, tidak memiliki izin Analisis dampak lingkungan (Amdal).

"Kemarin kami sudah koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) dan menurut keterangannya Amdalnya beluma ada," ungkap Sutinah saat ditemui wartawan di kantornya, Jl Soekarno Hatta, Kelurahan Karema, Mamuju, Selasa (2/8/2022) kemarin.

Sutinah menyebutkan, perusahaan tambang batu gajah tersebut akan menjadi perhatian serius dari pemerintah daerah.

Orang nomor satu di Mamuju itu menegaskan, jika perusahaan itu tidak memiliki Amdal maka  selaku bupati akan menolak keras operasi perusahaan tersebut.

"Mereka harus memenuhi syarat semua baru bisa beroperasi, walaupun kita tahu untuk menspport Ibu Kota Negara (IKN) tapi tetap harus penuhi syarat," tegas Sutinah.

Baca juga: Kasus Alih Fungsi Hutan Jadi SPBU di Desa Tadui Mamuju, Jaksa Tahan 6 Tersangka, 2 ASN dari BPN

Baca juga: Ular King Cobra Hitam Awalnya Sembunyi di Rak Sepatu dan Merayap 2 M di Dinding Rumah Warga Mamuju

Selain itu, ia juga merespon rencana pembangunan dermaga oleh PT Tambang Batu Andesit yang dinilai dapat mengancam kehidupan nelayan di Desa Lebani.

"Kita akan lihat dulu kalau dampak negatif lebih banyak dan merugikan masyarakat Lebani, tentu saya tidak setuju," terangnya.

Diketahu sebelumnya, Warga Desa Lebani, Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju melaporkan ada perusahaan tambang tiba-tiba beroperasi, dan tanpa melalui kajian dampak lingkungan.

"Saya mempertanyakan prosedur perusahaan yang tiba-tiba berada di Desa Lebani tanpa melalui kajian Analisis dampak lingkungan (Amdal) di masyarakat khususnya warga Desa lebani," terang seorang warga bernama Ahyar, Kamis (28/7/2022) lalu.

Sehingga warga meminta pemilik perusahaan, untuk mengsosialisasikan kajian amdalnya agar masyarakat tahu terkait dampak lingkungan.

Informasi diperoleh, tambang batu tersebut dikelola oleh PT Tambang Batu Andesit.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Abd Rahman

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved