Burung Maleo

Diambang Kepunahan, Burung Maleo Mutiara Pengembangan Destinasi Wisata Alam di Pasangkayu

Pasangkayu syarat kaya akan potensi wisata dari segi sumber daya alam yang dimiliki.

Penulis: Egi Sugianto | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Egi Sugianto
Patung burung maleo jadi salah satu ikon Pasangkayu, yang disimpan di depan anjungan Pasangkayu, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Pasangkayu Kecamatan Pasangkayu, Kamis (28/7/2022). 

Terakhir, M Waliyuddin, mengingatkan bahwa saat ini populasi burung maleo di Pasangkayu khususnya di Desa Sarjo sudah diambang kepunahan.

Hal ini disebabkan akibat aktivitas manusia dengan membuka tambak dan perkebunan sawit yang begitu massif.

Kemudian diperparah seringnya terjadi abrasi pantai di pesisir pantai pasangkayu.

Patung Si Maleo Jadi Ikon Pasangkayu dan Jadi Maskot KPU Pasangkayu

Keberadaan burung maleo di Pasangkayu, diabadikan dalam bentuk patung raksasa burung maleo yang disimpan di anjungan Pasangkayu, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu.

Di tempat ini, sudah sering dikunjungi warga untuk sekadar berfoto mengabadikan momen.

Dilansir dari kpu.pasangakayu.id pada Kamis (28/7/2022), saat tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Oktober 2019 lalu, KPU Pasangkayu memilih simbol burung maleo sebagai maskot KPU Pasangkayu.

Simbol ini diangkat ke ruang publik melalui kegiatan Launching Tahapan Pilkada Pasangkayu yang digelar 12 Desember lalu.

Simbol itu berupa maskot yang diberi nama "Si Maleo".

Burung Maleo jadi maskot Pilkada Pasangkayu 2020 lalu.
Burung Maleo jadi maskot Pilkada Pasangkayu 2020 lalu.

Ketua KPU Pasangkayu, Syahran Ahmad, menyebt Macrochepalon Maleo adalah salah satu burung endemik Sulawesi. Dalam bahasa lokal, Maleo lebih dikenal dengan nama mamuang.

Salah satu keunikan burung mamuang adalah telur yang dihasilkan memiliki ukuran yang sangat besar dibandingkan ukuran telur burung pada umumnya.

Ukurannya empat sampai lima kali telur ayam biasa.

Karena keunikan ini, keberadaannya terancam punah. Perburuan telur Maleo, sejak dulu sudah menjadi kebiasaan warga.

Selain faktor diburu manusia, pembukaan hutan dalam skala besar untuk kepentingan perkebunan, menjadikan habitat Maleo makin terancam.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved