Berita Polman

Ada Kasus Mati Misterius, 106 Sapi di Campalagian Polman Disuntik Vitamin Hingga Obat Cacing

Pemebrian vitamin& obat cacing mengantisipasi penyebaran penyakit menular, pascabelasan sapi di Desa Parappe tersebut mati mendadak.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Munawwarah Ahmad
Suardi
Suasana pemberian vitamin dan obat cacing terhadap ratusan sapi di Desa Parappe Campalagian Polman 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat melakukan pengobatan massal ratusan ternak sapi di Desa Parappe, Kecamatan Campalagian.

Ini sebagai upaya mengantisipasi penyebaran penyakit menular, pascabelasan sapi di Desa Parappe tersebut mati dalam beberapa bulan terakhir.

"Tindak lanjut terkait pengendalian dan penyebaran sudah dilakukan pengobatan massal ternak di desa parappe, " ucap Dokter Hewan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Polman, drh Isnaniah Bagenda, kepada tribun, Kamis (28/7/2022).

Menurut Isnainih sebanyak 106 ekor sapi milik peternak di desa tersebut sudah diberikan pengobatan dengan cara pemberian antibiotik, vitamin dan obat cacing.

Sebelumnya Isnainih menyampaikan terkait belasan ternak sapi yang mati di Desa Parappe.

Mereka mengaku telah melakukan investigasi di lokasi kejadian. Dugaan sementara dari hasil investigasi dokter, sapi tersebut mati akibat infeksi parasit/cacing.

Pasalnya, sebelum mati mengalami gejala kekurusan dan bulu kusam, dan dimungkinkan nafsu ternak  turun.

Kendati demikian, mereka tetap menunggu  hasil laboratorium  Balai Besar Vertiner Maros untuk memastikan penyebab kematian ternak tersebut.

Sembari menunggu hasil, Distanak mengambil upaya pengendalian dengan cara melakukan pengobatan massal ternak sapi.

Isnainih menyampaikan ternak sapi ini mati sebanyak 15 ekor, namun kematiannya tidak dalam waktu bersamaan

"Satu ekor mati per pemilik di waktu berbeda sejak bulan April lalu, sebelum ramadhan, setelah ramadhan.Setelah idul kurban dan beberapa hari terakhir dengan tanda klinis yang mirip, kekurusan ternak, " paparnya. (San)  

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved