OPINI

Dana Abadi Pendidikan, Model Pembiayaan Ala Kapitalis, Akankah Mewujudkan Kemajuan Pendidikan?

Mengalokasi dana pendidikan dari sumber-sumber terbatas dan mengatasnamakan sudah menjamin biaya pendidikan publik.

Editor: Ilham Mulyawan
Ist/Tribun-Sulbar.com
Rahmawati, S. Pd, Ketua Majelis ta'lim Mar'atul Muthmainna 

 

Rahmawati, S. Pd
Ketua Majelis Ta'lim Mar'atul Muthmainnah

TRIBUN-SULBAR.COM - Mendikbudristek Nadiem Makarim meluncurkan Merdeka Belajar Episode ke-21, yakni Dana Abadi Perguruan Tinggi.

Nadiem mengatakan daya saing perguruan tinggi Indonesia dalam kancah persaingan global merupakan salah satu indikator pencapaian Rencana Strategis (Renstra) Kemendikbudristek.

Dana abadi pendidikan adalah model pembiayaan pendidikan kapitalis.

Mengalokasi dana pendidikan dari sumber-sumber terbatas dan mengatasnamakan sudah menjamin biaya pendidikan publik.

Selebihnya pemerintah berlepas tangan dan menyerahkan minimnya dana tersebut kepada rakyat.

Sehingga memperberat beban hidup publik, atau menyerahkan pada peran swasta hingga menggadaikan kepentingan negara dan publik.

Sebab swasta tidak akan berpikir pelayanan dalam menyediakan fasilitas pendidikan.

Akan tetapi berpikir untung rugi serta membiarkan sektor pendidikan melayani kepentingan korporasi. Di sisi lain, akan membuat perguruan tinggi tersandera pada kepentingan pihak yang membiayainya

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved