Pasokan BBM Dikurangi Hingga Cabut Subsidi di Tengah Pemulihan Ekonomi, LNM: Kebijakan Tak Bijaksana

LaNyalla menilai langkah pemerintah memaksa menaikan harga BBM dan mencabut subsidi saat sedang pemulihan ekonomi tidaklah bijaksana.

Editor: Ilham Mulyawan
Dokumentasi La NYalla untuk Tribun-Sulbar
Mantan Ketua PSSI yang saat ini menjabat Ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti 

 

TRIBUN-SULBAR.COM, SURABAYA - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, meminta pemerintah  memastikan pasokan BBM tidak terkendala.

Karena, hal tersebut bisa membuat pergerakan ekonomi ikut terhambat.

Hal ini disampaikan LaNyalla menyusul terjadinya antrian kendaraan karena pasokan BBM dikurangi kembali.

"Hal ini tentu menjadi permasalahan di tingkat konsumen. Karena, BBM bersubsidi di sejumlah SPBU kembali langka," katanya, saat reses di Surabaya, minggu (24/7/2022) seperti dikutip dari rilis yang diterima.

Suasana warga antre untuk membeli BBM di SPBU Simbuang Mamuju, Jl Jendaral Sudirman, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), Jumat (1/7/2022).
Suasana warga antre untuk membeli BBM di SPBU Simbuang Mamuju, Jl Jendaral Sudirman, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), Jumat (1/7/2022). (Tribun-Sulbar.com/Abd Rahman)

LaNyalla menilai langkah pemerintah memaksa menaikan harga BBM dan mencabut subsidi saat sedang pemulihan ekonomi tidaklah bijaksana.

"Sebab, masyarakat baru saja memutar roda perekonomiannya. Dengan kelangkaan BBM, maka potensi guncangan dan hambatan pemulihan bisa berdampak secara domino," ujar Senator asal Jawa Timur itu.

LaNyalla menegaskan, pergerakan ekonomi sejalan dengan pergerakan orang. BBM bersubsidi pun kebanyakan digunakan kendaraan yang memang diperbolehkan mengkonsumsi Pertalite sebagaimana aturan pemerintah.

"Saya yakin masyarakat yang menggunakan kendaraan bagus dan mewah tidak menyasar BBM bersubsidi seperti pertalite," katanya. 

Oleh karena itu, LaNyalla meminta pemerintah tetap memberikan pasokan BBM bersubsidi secara normal.

“Pemerintah harus memastikan pasokan berjalan normal agar tetap terjadi pergerakan ekonomi. Kita harus mendukung pemulihan ekonomi riil, dan tentu saja hal itu banyak bergantung pada ketersediaan BBM," katanya.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved