Update Covid-19 Indonesia Sabtu 23 Juli 2022: Tambah 4.943 Kasus, 9 Orang Meninggal

Jumlah tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan kasus kemarin, Jumat (22/7/2022) sebanyak 4.834 kasus.

Editor: Hasrul Rusdi
kompas.com
Ilustrasi - Update Covid-19 Indonesia Sabtu 23 Juli 2022, Tambah 4.943 Kasus, 9 Orang Meninggal 

TRIBUN-SULBAR.COM - Kasus Covid-19 di Indonesia kembali bertambah pada hari ini, Sabtu (23/7/2022).

Berdasarkan data dirilis Satgas Covid-19 terdapat pebambahan kasus Positif Covid-19 sebanyak 4.943 kasus.

Jumlah tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan kasus kemarin, Jumat (22/7/2022) sebanyak 4.834 kasus.

Dengan adanya penambahan sebanyak 4.943 pada hari ini, maka total kasus positif Covid-19 menjadi 6.164.271 kasus, sejak awal terdeteksi pada Maret 2020 lalu.

Baca juga: Eks Persib Jadi Pahlawan RANS Nusantara, Bermain Imbang Lawan PSIS Semarang

Baca juga: Hebat! Nelayan di Desa Babana Mateng Buat Jetski Sendiri Modal Rp7 Juta, Biaya Sewa Hanya Rp10 Ribu

Kabar baiknya, sebanyak 4.108 orang berhasil sembuh dari Covid-19 dan menjadikan total kasus sembuh sebanyak 5.968.304.

Namun sayangnya, hingga kini Covid-19 masih menelan korban jika, hari ini terdapat 9 orang yang meninggal dunia karena Covid-19.

Sehingga jumlah total orang yang meninggal karena Covid-19 menjadi 156.902 orang.

Kasus Covid-19 Meningkat Lagi, Pejabat Dilarang Kunjungan Kerja ke Luar Negeri

Diwartakan Tribunnews.com sebelumnya, Sekretariat Negara menerbitkan surat edaran penangguhan kegiatan perjalanan dinas luar negeri (PDLN) bagi pejabat di instansi kementerian dan lembaga.

Penangguhan dinas luar negeri tersebut dilakukan seiring meningkatnya kasus Covid 19. Penangguhan ini menjadi langkah preventif agar penularan tidak semakin luas.

”Berkenaan dengan kembali meningkatnya laporan penyebaran kasus Covid-19 varian baru di Indonesia dan sebagai upaya pencegahan penularan yang lebih luas di dalam negeri."

"Dengan hormat kami sampaikan kiranya seluruh rencana kegiatan PDLN yang akan dilaksanakan oleh pejabat/pegawai di lingkungan instansi Saudara dapat ditangguhkan,” demikian bunyi petikan kalimat dalam surat edaran itu.

Namun demikian dalam surat itu juga tetap ada pengeculian. Pengeculian diberikan pada PDLN yang bersifat sangat esensial yang pelaksanaannya merupakan arahan Presiden dan tugas belajar.

”Sehubungan dengan hal tersebut, mohon kiranya Saudara dapat menerapkan dan mengawasi pelaksanaan kebijakan ini di lingkungan instansi masing-masing."

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved