Opini

Hari Anak Nasional, Akankah Jadi Simbolik Semata?

Potret buram anak-anak saat ini telah bercerita kepada kita. Bahwa hari ini, mereka tidak baik-baik saja.

Editor: Nurhadi Hasbi
dok Indah Dahriana Yasin
Indah Dahriana Yasin Ketua Yayasan Cinta Abi Ummi Makassar 

Oleh: Indah Dahriana Yasin
Ketua Yayasan Cinta Abi Ummi Makassar

ANAK bukan hanya dambaan bagi pasangan suami istri semata. Tak juga hanya sekadar sebagai sumber kebahagiaan orangtuanya.

Namun anak adalah seseorang yang akan melanjutkan garis keturunan keluarga, pun sebagai penerus estafet perjuangan suatu bangsa.

Tanggal 23 Juli diperingati sebagai Hari Anak Nasional.

Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menetapkan tema Hari Anak Nasional (HAN) 2022 "Anak Terlindungi, Indonsia Maju" dalam rangka untuk memotivasi masyarakat Indonesia pasca pandemi.

Tema HAN tahun ini bertujuan untuk mendorong kepedulian masyarakat supaya memastikan anak-anak Indonesia tetap tangguh dalam rangka pemenuhan hak anak dan perlindungan pasca pandemi.

Namun bagaimana dengan kondisi anak-anak hari ini?

Apakah tujuan mulia dari peringatan Hari Anak Nasional sudah terpenuhi?

Atau hanya menjadi simbolik semata?

Potret buram anak-anak saat ini telah bercerita kepada kita. Bahwa hari ini, mereka tidak baik-baik saja.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved