Opini

Kurikulum Merdeka, Apakah Betul Sudah 'Merdeka' ?

Artinya jika kurikulumnya tidak berkualitas maka tata kelola pendidikan kita akan mengalami hal yang sama dan ini akan sangat mempengaruhi eksistensi

Editor: Ilham Mulyawan
ist
Muslimin.M/Pemerhati Pendidikan/Akademisi new 

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi meluncurkan Kurikulum Merdeka sebagai rangkaian dari kebijakan Merdeka Belajar Episode 15: Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Belajar pada 11 Februari 2022.

Sebelum diluncurkan secara luas, sejak tahun ajaran 2021/2022 Kurikulum Merdeka telah diimplementasi di hampir 2.500 sekolah yang mengikuti Program Sekolah Penggerak (PSP) sebagai bagian dari pembelajaran dengan paradigma baru.

Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.

Beberapa keunggulan dari kurikulum merdeka :

Pertama; Lebih sederhana dan mendalam, Kurikulum Merdeka lebih berfokus pada materi yang esensial dan pengembangan kompetensi peserta didik pada fasenya. Proses pembelajaran diharapkan menjadi lebih mendalam, bermakna, tidak terburu-buru, dan menyenangkan.

Kedua,Lebih merdeka, Bagi peserta didik khususnya jenjang SMA tidak ada program peminatan di SMA sehingga peserta didik memilih mata pelajaran sesuai minat, bakat, dan aspirasinya. Guru juga diharapkan mengajar sesuai tahap capaian dan perkembangan peserta didik.

Sekolah pun memiliki wewenang untuk mengembangkan dan mengelola kurikulum pembelajaran sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan dan peserta didik.Ketiga; Lebih relevan dan interaktif, Pembelajaran melalui kegiatan proyek memberikan kesempatan lebih luas kepada peserta didik untuk secara aktif mengeksplorasi isu-isu aktual misalnya isu lingkungan, kesehatan, dan lainnya untuk mendukung pengembangan karakter dan kompetensi Profil Pelajar Pancasila.

Lalu, seperti apa kelemahan Kurikulum Merdeka ini, di rangkum dari berbagai sumber :

pertama, Kurikulum Merdeka Belajar dinilai kurang matang dalam persiapannya, Mengingat Kurikulum Merdeka Belajar ini masih seumur jagung usai diluncurkan oleh Mendikbud ristek beberapa bulan lalu, Kurikulum Merdeka Belajar ini masih perlu dilakukan pengkajian dan evaluasi yang lebih mendalam agar efektif dan tepat dalam penerapannya.

Kedua, Sistem pendidikan dan pengajaran yang belum terencana dengan baik . Pada bagian prosedur pelaksanaan pendidikan dan pengajaran pada Kurikulum Merdeka Belajar belum membahas tentang upaya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia sehingga bisa disimpulkan bahwa Kurikulum Merdeka Belajar belum menuju kepada sistem pendidikan dan pengajaran yang terencana dengan baik.

Ketiga, Kurangnya SDM dan sistem belum terstruktur.

Keempat, Kurikulum Merdeka Belajar dinilai kurang matang dalam persiapannya.

Mengingat Kurikulum Merdeka Belajar ini masih seumur jagung usai diluncurkan oleh Mendikbud ristek beberapa bulan lalu, Kurikulum Merdeka Belajar ini masih perlu dilakukan pengkajian dan evaluasi yang lebih mendalam agar efektif dan tepat dalam penerapannya.

Kelima, Kurangnya SDM dan sistem belum terstruktur. Karena Kurikulum Merdeka Belajar ini masih baru pastinya harus melakukan sosialisasi terlebih dahulu dan memerlukan persiapan yang matang agar mempunyai sistem yang terstruktur dan sistematis. Selain itu juga perlu mempersiapkan SDM ( guru/pengajar ) sebagai pelaksana kurikulum tersebut.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved