Opini

Teror KKB, Pemerintah Gagal Tangani Separatisme

Berlarut-larutnya keadaan ini seakan menunjukkan tiada ketegasan pemerintah dalam menumpas keberadaan kelompok teroris ini.

Editor: Nurhadi Hasbi
Dok Humas Polda Papua
Nampak dari kejauhan, beberapa rumah di Kampung Kago, terbakar akibat aksi KKB, Ilaga, Puncak, Papua, Rabu (6/4/2022)(Dok Humas Polda Papua) 

Penulis: Mariani

Lagi dan lagi, sudah berulang kali, bahkan sering Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) melakukan aksi penyerangan. Seperti tak memiliki rasa takut.

Bahkan, kelompok yang telah resmi dikategorikan sebagai teroris oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD tahun 2021 lalu, yang dikenal dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) telah melakukan aksi teror selama puluhan tahun yang beroperasi semenjak 1 Desember 1963.

Aksi teror yang berulang itu telah menghilangkan rasa aman, harta, dan juga puluhan nyawa, baik dari warga sipil, aparat keamanan, tenaga medis, hingga pemuka agama.

Terbaru, sebanyak 10 orang warga di Kampung Nogoliat, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua, tewas setelah diserang oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), pada Sabtu (16/7/2022) (kompas.com, 17/7/2022).

Di antara 10 korban tersebut, termasuk pemuka agama, seperti ustaz hingga pendeta (DetikNews, 18/7/2022).

Berlarut-larutnya keadaan ini seakan menunjukkan tiada ketegasan pemerintah dalam menumpas keberadaan kelompok teroris ini.

Apa yang membuat negara tiada berdaya menumpas kelompok teroris?

Berbagai macam ancaman dan kekerasan yang dilakukan kelompok teroris secara biadab ini, tidak lepas dari upaya mereka untuk melepaskan Papua dari wilayah Indonesia.

Mereka terus menciptakan teror, karena merasa adanya diskriminasi, ketidakadilan, dan jauhnya dari kesejahteraan yang mereka idamkan.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved