OPINI

Dilema Nyantri, Imbas Pelecehan Seksual

Tujuannya adalah memutus mata rantai kepercayaannya masyarakat terhadap simbol pendidikan Islam yaitu pesantren dan lembaga kemanusiaan Islam.

Editor: Hasrul Rusdi
Ist/Tribun-Sulbar.com
drg. Rubiah Lenrang, Praktisi Kesehatan dan Ibu Rumah Tangga, tinggal di Polewali Mandar. 

Media didorong untuk mempublikasikan secara massif tentang kesalahan dan kelemahan para “tokoh atau orang yang mengelola pesantren dan lembaga” seperti korupsinya, kemunafikannya dan tindakan- tindakan tidak bermoral lainnya pelecehan seksual, pemerkosaan dan penyalahgunaan dana.

Tujuannya adalah memutus mata rantai kepercayaannya masyarakat terhadap simbol pendidikan Islam yaitu pesantren dan lembaga kemanusiaan Islam.

Kedua, “exposing their relationships with illegal groups and activities.” memunculkan kehadapan publik untuk mengaitkan, tokoh atau pengelola lembaga; dengan kelompok yang dicap teroris, radikal, extremis.

Dengan tujuan agar masyarakat menjauhi lembaga tersebut dan menjadi waspada untuk menyumbangkan dananya. 

Pelecehan seksual dan segala hal yang tak bermoral lainnya tentu sangat bertentangan dengan Islam dan pelakunya haruslah dihukum.

Namun perlu diingat bahwa jangan karena kesalahan seseorang, kemudian melahirkan sikap fobia dengan pesantren, yakni menjadi takut untuk menyekolahkan anak-anak kita di Ponpes atau Madrasah.

Islamofobia sudah ada sejak zaman Rasulullah saw. Rasulullah selalu menjadi objek sasaran kebencian orang-orang kafir sejak dakwahnya dimulai di Makkah.

Dakwah Islam yang semakin gencar tentu akan menghadapi berbagai reaksi dari pihak yang merasa terancam.

Begitu pula ramainya pesantren sebagai tempat menuntut ilmu Islam dan mengkader generasi muslim yang berkepribadian Islam yang tangguh, tentu akan menimbulkan ketakutan dalam jiwa para kafir Barat.

Budaya, gaya hidup dan peradaban sekuler yang senantiasa dicocokkan ke generasi muslim, tentu akan terhambat.

Bahkan bisa musnah, jika generasi muslim telah memiliki pemikiran dan perasaan yang Islami serta diterapkan kepadanya aturan Islam secara totalitas.

“Wahai orang yang beriman! Masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh ia musuh yang nyata bagimu.” (TQS. Al-Baqarah ayat 208)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved