OPINI

Dilema Nyantri, Imbas Pelecehan Seksual

Tujuannya adalah memutus mata rantai kepercayaannya masyarakat terhadap simbol pendidikan Islam yaitu pesantren dan lembaga kemanusiaan Islam.

Editor: Hasrul Rusdi
Ist/Tribun-Sulbar.com
drg. Rubiah Lenrang, Praktisi Kesehatan dan Ibu Rumah Tangga, tinggal di Polewali Mandar. 

Oleh: drg. Rubiah Lenrang, Praktisi Kesehatan dan Ibu Rumah Tangga

Tahun ajaran baru telah dimulai, beranda media sosial dipenuhi status orang tua yang mengantar anaknya untuk belajar di sekolah. Sebagian dari mereka mendaftarkan putra-putri mereka di pondok pesantren.

Sungguh salut dengan para orang tua ini. Mereka tetap memberikan kepercayaan kepada para ustadz/ustadzah untuk mendidik anak-anak mereka menjadi muslim yang berakhlak mulia.

Padahal berita kasus dugaan pelecehan seksual, pemerkosaan dan tindakan-tindakan tak bermoral lainnya yang dilakukan oleh tokoh atau orang yang mengelolah pesantren/madrasah kepada santri/muridnya sedang marak diperbincangkan.

Sebagaimana yang dilansir dari Tribunwarta.com, 9 Juli 2022, Kepala Bidang Pendidikan Diniyah Pondok Pesantren Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur As’adul Anam mengakui kasus kekerasan atau pelecehan seksual di pesantren telah terjadi sejak beberapa tahun lalu.

Beliau juga mengatakan bahwa ada dua kasus terbaru di Jawa Timur, yaitu di Pondok Pesantren Banyuwangi dan Jombang.

Sementara itu, di Sulawesi Barat, beberapa waktu lalu dihebohkan dengan berita kasus pencabulan santri di salahsatu pondok pesantren (Ponpes) Mamuju, yang kini sedang dalam masa persidangan.

Sebagaimana yang diberitakan oleh Tribunsulbar.com, 19 Juli 2022, bahwa terdakwa dituntut 15 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar.

Terkait berita pencabulan, pemerkosaan di Ponpes dan dugaan penyalahgunaan dana umat oleh individu pengurus lembaga kemanusiaan, Chandra Purna Irawan, Ketua LBH Pelita Umat, menyatakan bahwa pelecehan seksual, pemerkosaan dan dugaan penyalahgunaan dana dapat saja terjadi di semua lembaga keagamaan.

Mestinya semua lembaga keagamaan manapun diperlakukan sama dalam hal pemberitaan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved