Virus Jembrana

Peternak di Pasangkayu Tak Yakin Virus Jembrana Sebabkan Sapinya Mati, Begini Alasannya

Dia tak yakin soal virus itu, karena pemerintah juga tak ada gerakan melakukan penanganan serius.

Penulis: Egi Sugianto | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Egi Sugianto
Peternak melihat sapi yang diduga terkena Jembrana di afdeling kilo PT Letawa Desa Makmur Jaya Sabtu (16/7/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU – Peternak di Desa Makmur Jaya, Kecamatan Tikke Raya Kabupaten Pasangkayu tak yakin sapi miliknya mati karena terkena virus jembrana.

Alasannya, peternak menilai sejak kejadian tersebut tidak ada tindak serius dari pemerintah setempat menanganu masalah tersebut.

Bahkan, peternak menyebut Dinas Pertanian dan Peternakan Pasangkayu tak memiliki upaya sejak dugaan kasus jembrana ini muncul.

Baca juga: Vaksinasi Ternak Hingga Menumpas Vektor Lalat Kuda, Langkah Pemprov Antisipasi Penyebaran Jembrana

Baca juga: 60 Ekor Sapi Mati di Pasangkayu Akibat Virus Jembrana, Dokter Hewan: Baru Masuk di Sulbar

Wartawan Tribun-Sulbar.com, melakukan pemantauan langsung di lapangan pasca munculnya isu virus jembrana di Tikke Pasangkayu itu.

Selama dua hari bolak balik ke lokasi, rata-rata pemilik sapi di sana tak yakin soal jembrana.

Hal inilah yang disampaikan oleh salah peternak sapi Andi Harlin (46).

Dia tak yakin soal virus itu, karena pemerintah juga tak ada gerakan melakukan penanganan serius.

“Kita tak yakin dengan virus ini (jembrana), buktinya pemerintah juga tidak tindakan,” ucapnya saat ditemui di Afdeling Charly PT Letawa, Sabtu (16/7/2022).

Menurutnya, kalau memang virus yang menyebabkan banyak sapi yang mati di daerahnya, tentu pemerintah akan bergerak melakukan tindakan cepat.

“Yang terjadi sekarang, petugas dari dinas hanya memantau saja yang dilakukan tidak ada,” ucapnya.

Sapi warga yang mati secara mendadak di area afdeling kilo Desa Makmur Jaya Kecamatan Tikke Raya Pasangkayu , Sabtu (16/7/2022).
Sapi warga yang mati secara mendadak di area afdeling kilo Desa Makmur Jaya Kecamatan Tikke Raya Pasangkayu , Sabtu (16/7/2022). (Tribun Sulbar / Egi Sugianto)

Senada, peternak sapi lainnya, Andi Sumange, mengatakan yang bisa mereka dilakukan agar tidak banyak sapi jadi korban selanjutnya, hanya memberikan minum ramuan ke sapi.

Misalnya air dari gula.

“Karena tidak penyuntikan, yang kita berikan hanya minuman ramuan sendiri,” ucapnya.

Andi, mengaku sudah mendapat kabar soal adanya obat vitamin yang bisa disuntikan ke sapi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved