Berita Polman

Ketua PBSI Polman Minta Bantuan KONI Berangkatkan Muhammad Jasmin ke Piala Presiden 2022

Dikatakan, dia akan membuat proposal bantuan dana ke KONI Kabupaten Polman untuk bantuan biaya pemberangkatan.

Penulis: Kamaruddin | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Kamaruddin
Ketua PBSI Polman Azwar Jazin 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Muhammad Jasmin atlet bulutangkis asal Kabupaten Polewali Mandar (Polman) yang lolos seleksi mewakili Provinsi Sulbar di Piala Presiden 2022 di Jakarta terancam gagal berangkat.

Dia terancam tidak berangkat karena terkendala biaya.

PBSI Provinsi hanya menyediakan biaya untuk juara satu tunggal putri dan tunggal putra.

Baca juga: Terkendala Biaya, Atlet Bulutangkis Polman yang Lolos Wakili Sulbar ke Piala Presiden Terancam Gagal

Sementara, Muhammad Jasmin dan satu atlet putri lainnya tidak mendapat biaya pemberangkatan karena juara dua.

Menanggapi hal tersebut, Ketua PBSI Kabupaten Polman, Azwar Jasin mengatakan akan mengupayakan empat atlet dari Kabupaten Polman yang lolos seleksi ke piala presiden untuk berangkat ke Jakarta.

Dikatakan, dia akan membuat proposal bantuan dana ke KONI Kabupaten Polman untuk bantuan biaya pemberangkatan.

"Saat ini kami masih berusaha, saya baru buat proposalnya ke koni, kita usahakan semua bisa berangkat" ucap Azwar kepada Tribun, Selasa, (19/7/2022).

"Tentu untuk berangkat kedua atlet ini biayanya tidak dibawah Rp 10 juta. saya akan upayakan tapi saya tidak janji" sambungnya.

Muhammad Jasmin (14) atlet bulutangkis asal Kabupaten Polman terancam gagal berangkat karena terkendala biaya.
Muhammad Jasmin (14) atlet bulutangkis asal Kabupaten Polman terancam gagal berangkat karena terkendala biaya. (dok Muhammad Jasmin)

Orangtua Jasmin, Alimuddin mengatakan butuh biaya sekitar Rp 7 juta untuk biaya Jasmin ke Jakarta.

"Bisa tidak berangkat karena tidak ada biaya, saya kira semua yang lolos seleksi akan ditanggung ternyata hanya juara 1 yang ditanggung" ucap Alimuddin.

"Tidak ada juga penyampaian sebelumnya bahwa akan dibebankan biaya untuk yang juara kedua" sambungnya.

Kata dia, biaya pemberangkatan Jasmin dinilai mahal.

Sementara, pekerjaan Alimuddin sebagai pemotong kayu tidak sanggup membiayai pemberangkatan anaknya ke Jakarta. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved