Berita Polman

Pangkalan Elpiji di Polman Keluhkan Kenaikan Harga Elpiji Nonsubsidi

kenaikan harga elpiji nonsubsidi 5,5 kilogram dan 12 kilogram dalam satu tahun sudah tiga kali mengalami kenaikan.

Penulis: Kamaruddin | Editor: Munawwarah Ahmad
Tribun Sulbar / Kamaruddin
H Adman Agus pemilik Pangkalan gas elpiji di Jl. Pemuda, Kelurahan Madatte, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polman 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Pemilik pangkalan elpiji di Jl Pemuda, Kelurahan Madatte, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) Adman Agus mengeluhkan kenaikan harga elpiji nonsubsidi.

Pasalnya menurut dia, kenaikan harga elpiji nonsubsidi 5,5 kilogram dan 12 kilogram dalam satu tahun sudah tiga kali mengalami kenaikan.

Akibat kenaikan tersebut, penjualan elpiji non subsidi di pangkalan miliknya menurun drastis.

Kata dia, sejak kenaikan harga elpiji non subsidi pada Minggu, (10/7/2022)  dia belum pernah menjual elpiji non subsidi karena tidak ada pemesan.

"Pemerintah sebaiknya perlu memikirkan baik-baik kenaikan harga elpiji karena imbasnya ke masyarakat" ucap Adman Agus, Jumat, (15/7/2022).

"Imbasnya, sejak naiknya harga elpiji non subsidi saya belum pernah menjual. saya tidak minta dari pemasok karena pesanan tidak ada yang masuk" sambungnya.

Berbeda dari elpiji non subsidi 12 kilogram dan 5 kilogram, gas elpiji 3 kilogram selalu laku terjual.

"Kalau gas melon kan ada pasarnya sendiri tidak semua orang bisa pakai itu, saya tidak tahu juga apakah warga beralih tapi sampai saat ini belum ada pemesan untuk elpiji non subsidi" katanya.

Untuk harga gas elpiji 5,5 kilogram mengalami kenaikan dari harga Rp 90 ribu menjadi Rp 105 ribu.

Sementara untuk harga gas elpiji 12 kilogram dari harga Rp 190 ribu menjadi Rp 125 ribu. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved