OPINI

BBM dan Gas Non-Subsidi Naik, Rakyat Makin Tercekik, Bukti Pemerintah Tunduk Mekanisme Pasar Global

Kenaikan BBM jenis Pertamax memang tidak secara langsung berimbas pada kenaikan harga-harga barang yang memerlukan distribusi menggunakan BBM bersubsi

Editor: Ilham Mulyawan
Kamaruddin/Tribun-Sulbar.com
Pangkalan LPG di Jl Pemuda, Kelurahan Madatte, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat (Sulbar), Senin (28/2/2022). 

Mariani
Warga Majene/Ibu Rumah Tangga

TRIBUN-SULBAR.COM - Ibarat lepas dari mulut harimau, masuk ke mulut buaya, rakyat terus tertimpa kemalangan tiada bertepi.
Setelah berjibaku dengan pandemi, kini rakyat dihadapkan pada masalah yang tidak kalah perih, yakni kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan Gas Non Subsidi.

Terhitung sejak Senin, 11 Juli 2022, harga Pertamax Turbo (RON 98), Pertamina Dex (CN 53), dan Dexlite (CN 51), serta LPG seperti Bright Gas serempak naik.

Rata-rata penyesuaian pada bahan bakar tersebut mencapai Rp2.000. Pertamax Turbo dari Rp14.500 naik menjadi Rp16.200.
Pertamina Dex dari Rp13.700 menjadi Rp16.500. Sementara Dexlite (CN 51) dari Rp12.950 menjadi Rp15.000.

SPBU Simbuang Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar)
SPBU Simbuang Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) (TribunSulbar.com/Abd Rahman)

Harga tersebut ditetapkan untuk wilayah Jakarta atau daerah dengan besaran pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) 5 persen.

Pertamina beralasan penyesuaian harga dilakukan mengikuti tren harga industri minyak dan gas dunia.

Saat ini harga minyak ICP per Juni menyentuh angka 117,62 dolar AS per barel. Ini lebih tinggi sekitar 37 persen dari harga ICP pada Januari 2022.

Sedangkan untuk LPG, tren harga (CPA) masih di tinggi pada Juli ini yakni mencapai 725 dolar AS per Metrik Ton (MT).

Jumlah itu lebih tinggi 13 persen dari rata-rata CPA sepanjang 2021.

Kenaikan Pertamax dengan jumlah atau presentase besar menegaskan tata kelola migas yang sangat kapitalik, menimbang harga keekonomian (agar bisa ekspor) dan mengabaikan kemaslahatan umat.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved