OPINI

Pengesahan Pernikahan Beda Agama, Apakah Atas Nama Kebebasan?

an pernikahan beda agama memang tidak legal di Indonesia. Terkait dosa dan larangan agama ya kembali kepada pribadi yang menjalankannya.

Editor: Ilham Mulyawan
Hamsinah Malik fo Tribun Sulbar
Hamsina Halik, Pegiat Literasi Revowriter 

Adalah hak siapapun ingin melakukan apa yang mereka inginkan, termasuk pernikahan.

Apakah menikah sesama agama atau beda agama.

Namun, beda halnya dengan Islam.

Pernikahan merupakan perkara syariat yang sangat dianjurkan bagi siapapun yang sudah siap melangsungkan pernikahan.

Dan pernikahan ini merupakan penyempurna separuh agama seorang muslim.

Lantas, apakah kemudian pernikahan ini dibiarkan saja tanpa adanya aturan dan batasan dari agama dan negara?

Tak bisa dipungkiri memang dalam sistem kapitalisme sekuler saat ini, adalah hal yang lumrah menabrak aturan agama. Adanya unsur kebebasan menjadikan individu individu diberi ruang untuk taat atau maksiat.

Hasilnya muncullah sosok sosok liberal di masyarakat.

Munculnya pihak-pihak dengan sikap toleransi kebablasan merupakan hasil program moderasi beragama. Yang berada dibawah payung liberalisasi.

Kemenag sebagai ujung tombak pelaksanaan program ini terus menggaungkan moderasi Islam. Padahal, arus moderasi beragama ini merupakan proyek pesanan Barat demi menjauhkan umat Islam dari Islam ideologis, dakwah Islam kaffah mereka tuding radikal. Sedangkan orang yang melanggar agama seperti pernikahan beda agama justru mendapat apresiasi.

Tampak bahwa jaminan kebebasan dalam sistem sekuler itu adalah untuk bermaksiat atau melanggar syariat bukan untuk taat syariat.
Kondisi seperti ini seharusnya menyadarkan umat Islam bahwa Islam kaffah membutuhkan sistem yang mendukung.

Tanpa dukungan sistem, Islam secara kaffah tak akan mudah diaplikasikan dalam segala aspek kehidupan.

Salah satunya, dalam penjagaan akidah umat Islam.

Ini bisa dilihat dari pernikahan beda agama ini, akibat lemahnya akidah umat Islam memungkinkan mereka menggadaikan keimanannya demi ikatan pernikahan ini.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved