OPINI

Dana Abadi Pendidikan, Akankah Mewujudkan Kemajuan Pendidikan?

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mendukung pemanfaatan Dana Abadi Perguruan Tinggi demi kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia.

Editor: Ilham Mulyawan
Fahrun Ramli/Tribun-Sulbar.com
Ilustrasu belajar - Puluhan siswa SMPN 2 Mamuju, belajar di aula Tribun Lapangan Ahmad Kirang Mamuju, Senin (21/2/2022). 

Dana pendidikan abadi perguruan tinggi ini diusung untuk menguatkan kolaborasi pemerintah, masyarakat dan sektor swasta atas nama meningkatkan kualitas pendidikan dan menunjang perguruan tinggi menjadi perguruan tinggi kelas dunia.

Tentu saja ini adalah salah satu bentuk kapitalisasi pendidikan. Inilah realisasi dari merdeka belajar dimana komersialisasi dan industrialisasi perguruan tinggi tidak terbendung.

Program merdeka belajar episode 21 ini hanya menyasar kurikulum perguruan tinggi agar lebih mengasah keterampilan kolaborasi dan pemecahan masalah dengan dunia industri.

Di bawah sistem pendidikan kapitalis sekuler kebijakan pendidikan mengikuti arus perubahan dan kebutuhan akan link dan match dengan industry sesuai dengan perkembangan kemajuan yang terjadi. Dan kebutuhan lapangan pekerjaan bagi pemangku kepentingan pengguna lulusan.

Persoalan dunia pendidikan saat ini tidak bisa diabaikan dengan menganggapnya masalah teknis saja.

Pendidikan di negeri ini tidak akan bangkit hanya dengan kelimpahan ilmu pengetahuan saja, apalagi ilmu pengetahuan yang terjerat kepentingan kapitalis.

Akan tetapi dibutuhkan kesadaran masa depan umat yang hanya akan bangkit dengan pandangan hidup tertentu.

Pengaturan dunia perguruan tinggi perlu sistem pendidikan yang paripurna sehingga mampu menyelesaikan problematika dalam dunia perguruan tinggi yang berlandaskan syariat.

Pelaksanaan system politik syariat dan pembiayaan yang akan menjamin serta menjaga.

Berbeda dengan jaminan pendidikan dalam Islam yang berlandaskan akidah Islamiyah.

Sehingga kebijakan dan aturan terkait pendidkan tersusun atas asas tersebut. Pendidkan berfokus pada pembentukan dan persiapan gugus tugas yang mampu melayani kepentingan vital umat dan menjaga urusan-urusan umat.

Dengan demikian akan lahir intelektual muslim secara massal di masyarakat sebagai problem solver dengan berbagai keahlian.
Sebagaimana pendidjkan Rasulullah Saw. yang ditujukan pada pembentukan kepribadian Islam sehingga mampu melihat dan melakukan sesuatu berdasarkan sudut pandang Islam.

Untuk mewujudkan hal ini, perlu disadari bahwa pendidikan dalam Islam adalah tanggung jawab negara.

Negara berkewajiban mengatur segala aspek yang berkenaan dengan system Pendidikan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved