Info BMKG

Teluk Mandar Rawan Tsunami, Daryono BMKG Ingatkan Pentingnya Edukasi Mitigasi Bencana

Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono Tampil di acara Podcast Tribun Timur dan membicarakan banyak tentang potensi gempa

Editor: Ilham Mulyawan

 

TRIBUN-SULBAR.COM - Program Ngobrol Virtual Tribun Timur edisi Selasa, 12 Juli 2022, membahas tema Potensi Gempa Bumi dan Tsunami di Sulsel. Menghadirkan Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono.

Dipandu Kinan Aulia, berikut petikan wawancaranya.

Seperti apa potensi gempa dan tsunami di Sulawesi Selatan?

Kita memiliki banyak sekali peralatan seperti Warning Receiver System (WRS) AWOS, kemudian Digital Video Broadcast,warning receiver system new generation itu kita sebarkan kan di BPBD se-Indonesia. TNI/Polri juga kita sebarkan. Ke media juga agar info warning gempa dan tsunami itu sampai ke masyarakat. Kemudian mitra-mitra BMKG bisa menyebarluaskan lagi sehingga info kita, agar bisa sampai kepada masyarakat.

Kita juga mengelola multimoda, apakah itu SMS, kita memiliki peralatan CTS, kita punya kanal WA yang memiliki grup-grup berisikan stakeholder dan masyarakat sehingga begitu ada info warning bisa simultan.

Termasuk website juga. Kemudian dari aspek operasional ya yang berikutnya adalah kita mengeluarkan info, dari warga atau masyarakat harus tahu bagaimana meresponnya. Ketika peralatan WRS mengeluarkan peringatan tsunami, bagaimana cara merespon ancaman tsunami itu. Ada waspada jika tsunaminya akan terjadi di bawah setengah meter. Kemudian siaga di setengah sampai tiga meter dan awas di atas tiga meter.

Di Sulawesi Selatan ini memang daerah rawan gempa dari Pinrang, Parepare ada sesar, patahan bernama Walanae. Yang satu mengarah ke daerah Mamasa, Sulbar dan berbelok ketemu sesar Mamuju, Flores yang ketemu di Teluk Mandar itu. Ini dua pendapat yang saat ini berkembang jadi berbelok dari Parepare ke barat laut ke Mamasa, Sulbar. Kemudian juga yang West Walanae ketemu disitu.

Kejadian gempa tanggal 29 September 1997, gempa besar di Parepare dan sekitarnya meninggal itu 16 orang, luka-luka lebih dari 30 orang, ratusan rumah rusak. Jadi patahan itu terus ke selatan sampai di sebelah timur Bulukumba. Disitu ada jalur patahan yang aktif.

Yang pasti dari pantauan aktivitasnya yaitu daerah Mamasa ke selatan sampai ke Parepare, kemudian berbelok lagi sampai ke timur Bulukumba itu aktivitas-aktivitas yang aktif.

Kemudian di sebelah barat Pinrang itu kan Teluk Mandar aktivitasnya aktif dan disitu sesar naik segmen Somba. Itu bagian dari sesar naik Mamuju, Majene yang dalam history-nya pernah tsunami tahun 1967 dan kemudian korbannya juga cukup banyak.

Artinya Teluk Mandar itu daerah yang rawan tsunami dan disitu sumber gempa yang berpotensi besar karena patahan itu naik kalau patah anak itu kan bisa berpotensi besar apalagi ditambah longsoran bisa memicu terjadinya tsunami.

Makanya, besok kegiatan BMKG di Pinrang khususnya yang menghandle adalah Stasiun Geofisika Gowa, saat ini kepalanya ibu Rosa Amelia beliau menghandle kita selama 2 hari di sana untuk sosialisasi.

Kita itu materinya besok, bagaimana menjelaskan potensi tsunami di Pinrang.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved