Rupiah Melemah

Kurs Rupiah Tembus Rp15 Ribu per Dolar AS, Ekonom Anthony Budiawan Sebut Kebijakan BI Biang Keroknya

Rupiah kian melemah 0,04 persen dibanding penutupan Kamis (9/6/2022) bulan lalu di angka Rp 14.994 per dolar AS.

Editor: Ilham Mulyawan
Tangkpan layar
Nilai TUkar Dolar terhadap Rupiah kini tembus Rp15 ribu 


TRIBUN-SULBAR.COM - Nilai tukar rupiah di pasar spot tembus ke atas Rp15 ribu per dolar Amerika Serikat (AS).

Angka ini terjadi di awal perdagangan hari ini, Rabu (6/7/2022).

Dimana rupiah spot dibuka level Rp14.996 per dolar AS, kemudian lanjut melemah ke Rp15.001 per dolar AS.

Rupiah kian melemah 0,04 persen dibanding penutupan Kamis (9/6/2022) bulan lalu di angka Rp 14.994 per dolar AS.

Dolar dan Rupiah. Nilai tukar rupiah di pasar spot tembus ke atas Rp15 ribu per dolar Amerika Serikat (AS).
Dolar dan Rupiah. Nilai tukar rupiah di pasar spot tembus ke atas Rp15 ribu per dolar Amerika Serikat (AS). (Kontan/Franciskus Simbolon)

Managing Director, Political Economy and Policy Studies (PEPS) Anthony Budiawan menilai hal ini terjadi karena sikap Bank Indonesia (BI), yang ngotot mempertahankan suku bunga acuan.

"Kebijakan BI pertahankan suku bunga acuan berakibat fatal, rupiah tembus Rp15.000 per USD. Karena inflasi per 06/2022 sudah capai 4,35 persen: lebih tinggi dari target 2 persen - 4 persen. Inflasi pangan lebih tinggi lagi: 8,26 persen. Kalau suku bunga tetap tidak naik, rupiah segera tembus Rp15.500," tulis Anthony di akun Twitter miliknya @AnthonyBudiawan.

Twit Anthony Budiawan
Twit Anthony Budiawan

Saat mempertahankan suku bunga acuan itu, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, keputusan ini sejalan dengan perlunya BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan tingkat inflasi.

“Serta untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, di tengah tingginya ketidakpastian eksternal,” kata Perry, Selasa (24/5) lalu seperti dikutip dari kontan.co.id (Sumber https://nasional.kontan.co.id/news/bi-tetap-pertahankan-suku-bunga-acuan-di-35)

Tekanan eksternal ini datang dari konflik geopolitik Rusia dan Ukraina serta percepatan normalisasi kebijakan moneter di negara-negara maju dan bahkan negara berkembang.

Selain menahan suku bunga acuan, BI juga mempertahankan suku bunga deposit facility sebesar di level 2,75 persen dan suku bunga lending facility di level 4,25 persen.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved