Kasus ACT

Donasi Umat yang Dikelola ACT Diduga Mengalir ke Kelompok Teroris di Luar Negeri, Ini Temuan PPATK

Meski demikian, Ivan mengatakan pihaknya perlu mendalami lebih detail soal dugaan aliran dana tersebut.

Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Abd Rahman
Bekas Kantor ACT Mamuju di Jl Urip Sumuharjo, Kelurahan Karema, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), Selasa (5/7/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM - Donasi umat yang dikelola lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) diduga mengalir ke organisasi teroris Al-Qaeda.

Hal tersebut diungkap Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Dugaan tersebut terus didalami oleh PPATK.

Kepala PPATK Ivan Yustiavanda mengungkapkan, hasil penyelidikan sementara ada transaksi yang diduga mengalir ke salah satu anggota Al-Qaeda yang pernah ditangkap pihak kepolisian di Turki.

Baca juga: Kontroversi ACT, Dosen Unsulbar Minta Pemerintah Audit Seluruh Lembaga/Yayasan Serupa

Baca juga: Selain Penyelewengan, Dana Umat yang Dikelola ACT Juga Diduga Mengalir ke Kegiatan Terorisme

"Beberapa nama yang PPATK kaji berdasarkan hasil koordinasi dan hasil kajian dari database yang PPATK miliki itu ada yang terkait dengan pihak yang masih diduga, patut diduga terindikasi pihak, yang bersangkutan pernah ditangkap, menjadi salah satu dari 19 orang yang ditangkap oleh kepolisian di Turki karena terkait dengan Al-Qaeda," kata Ivan Yustiavanda disampaikan Ivan saat konferensi pers di Gedung PPATK, Jakarta, Rabu (6/7/2022).

Meski demikian, Ivan mengatakan pihaknya perlu mendalami lebih detail soal dugaan aliran dana tersebut.

Dia juga tak menutup kemungkinan untuk menggandeng pihak lain dalam melakukan penelurusan itu.

Sehingga, akan terbukti bahwa adanya dugaan aliran dana tersebut atau hanya sebuah kebetulan.

"Ini masih dalam kajian lebih lanjut, apakah ini memang ditujukan untuk aktivitas lain atau ini secara kebetulan," terangnya.

60 Rekening ACT Diblokir

Ivan mengatakan PPATK telah melakukan analisis terhadap lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT) sejak tahun 2018, lalu.

Dia menyebut PPATK telah melakukan analisis penghimpunan dana publik yang dilakukan oleh ACT melalui penelusuran transaksi keuangan lembaga tersebut.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved