Berita Polman

Cerita Ahmad, Rawat Sapi Limosin yang Dibeli Jokowi di Polman

Sapi dengan berat 1,027 ton tersebut nantinya akan dikurbankan Joko Widodo di Kabupaten Mamuju.

Penulis: Kamaruddin | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun Sulbar / Kamaruddin
Sapi jenis Limosin milik Ahmad warga Desa Kebun Sari Wonomulyo Polman dibeli Presiden Jokowi dengan harga Rp 105 juta. 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Cerita Ahmad warga Desa Kebun Sari, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) yang sapinya dibeli Presiden Joko Widodo.

Sapi milik Ahmad berjenis Limosin lembang dibeli orang nomor satu Indonesia itu sebesar Rp 105 juta.

Sapi dengan berat 1,027 ton tersebut nantinya akan dikurbankan Joko Widodo di Kabupaten Mamuju.

Baca juga: Sapi Kurban Presiden & Pj Gubernur Sulbar Akan Disembelih di Masjid Al Ikhlas Simboro Mamuju

Baca juga: Sebelum Dikirim ke Mamuju, Sapi Kurban Jokowi di Sulbar Dikarantina

Ahmad saat ditemui Tribun-Sulbar.com dirumahnya menceritakan proses perawatan sapi tersebut.

Kata dia, sapi bernama Vino itu awalnya dia beli saat usia tujuh bulan lalu dirawat selama dua tahun delapan bulan.

Saat ini, usia sapi yang dia beri nama Vino itu berusia tiga tahun 2 bulan.

"Awalnya sapi itu saya beli di teman, usianya saat itu sekitar tujuh bulan. Saya beli dengan harga Rp 15 juta" ungkap Ahmad.

Ahmad membeberkan, proses merawat sapinya dengan rutin membersihkan kandang dan memandikannya sebanyak dua kali dalam satu hari.

Sapi jenis Limosin milik Ahmad warga Desa Kebun Sari Wonomulyo Polman dibeli Presiden Jokowi dengan harga Rp 105 juta.
Sapi jenis Limosin milik Ahmad warga Desa Kebun Sari Wonomulyo Polman dibeli Presiden Jokowi dengan harga Rp 105 juta. (Tribun Sulbar / Kamaruddin)

Air yang diminum sapi itu juga dicampur dengan dedak padi dan sedikit garam.

Setiap hari, Ahmad memberikan minum sebanyak tiga kali sehari yakni pada pagi, siang dan sore hari.

"Rutin dimandikan biasa tiga kali satu hari. Saya juga pake dedak dan garam untuk minumnya" bebernya.

Biaya dedak untuk dicampurkan air minumnya, kata dia, terbilang mahal.

Harga dedak untuk campuran air minum sapi tersebut sebanyak Rp 350 ribu dalam satu karung.

"Satu karung itu biasa dipake paling lama 13 hari, jadi butuh biaya juga perawatannya" ungkapnya.

Ahmad juga sesekali menjemur sapi tersebut.

Kata dia, pertumbuhan sapi tidak subur kalau tidak pernah terpapar sinar matahari.

Sementara untuk pakannya sendiri, Ahmad menggunakan batang pisang dan rumput liar yang diambil di sekitar areal persawahan. (*)

Sumber: Antara
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved