MUI Sulsel Keluarkan Fatwa Uang Panai: Permudah Pernikahan & Tidak Memberatkan Laki-laki

"Nilai uangnya tidak ditetapkan standar minimal dan standar maksimal, yang penting diserahkan kesepakatan kepada kedua belah pihak," bebernya.

Editor: Hasrul Rusdi
Youtube TribunJateng
Ilustrasi Uang Panai: MUI Sulsel Keluarkan Fatwa Uang Panai, Sabtu (2/7/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan (Sulsel) mengeluarkan fatwa tentang uang panai.

Fatwa tentang uang panai dirilis MUI Sulsel di Kantor MUI Sulsel, Jl Masjid Raya, Kota Makassar, Sabtu (2/7/202) sore.

Ketua MUI Sulsel, Prof Najmuddin Abduh Shafa mengatakan, uang panai hukumnya mubah atau boleh-boleh saja.

Dengan catatan tidak ada pihak yang diberatkan.

"Kesimpulannya, uang panaik itu boleh-boleh saja. Walaupun dalam rujukan, tidak ada disebutkan uang panai, yang ada itu Alkuf'uh (artinya) kesetaraan," kata Prof Najamuddin.

Ia pun menegaskan, kehadiran tradisi uang panai di kalangan masyarakat Bugis - Makassar, harus sesuai dengan prinsip-prinsip yang ada.

"Yang kedua, uang panai itu jangan menjadi penghalang untuk terjadinya proses perkawinan," ujar Prof Najamuddin.

Ketiga, janganlah uang panai itu mempersulit proses perkawinan.

Terkait batasan minimal atau maksimal nominal uang panai, MUI Sulsel tidak mengatur hal tersebut.

"Nilai uangnya tidak ditetapkan standar minimal dan standar maksimal, yang penting diserahkan kesepakatan kepada kedua belah pihak," bebernya.

Berikut Fatwa MUI Sulsel terkait uang panai

Ketentuan Hukum

1. Uang panai adalah adat yang hukumnya mubah selama tidak menyalahi prinsip syariah;

2. Prinsip syariah dalam uang panaik adalah:

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved