Breaking News:

Timnas Indonesia

Gaduh Soal Calon Pemain Naturalisasi Indonesia Hijrah ke JDT, Jordi: Adaptasi Liga Asia

Jordi Amat calon pemain naturalisasi Indonesia merpat ke klub Malaysia, Johor Darul Takzim.

Penulis: Al Fandy Kurniawan | Editor: Hasrul Rusdi
Benjamin Cremel
Jordi Amat menatap bola selama pertandingan sepak bola liga Spanyol antara Rayo Vallecano de Madrid dan FC Barcelona di stadion Vallecas di Madrid pada 3 November 2018. 

TRIBUN-SULBAR.COM - Isu kepindahan Jordi Amat ke klub asal Malaysia, Johor Datul Ta'zim (JDT) seketika menjadi buah bibir dikalangan pecinta sepakbola Tanah Air.

Kepindahan Jordi Amat ke JDT rupanya dianggap sebagai bentuk kesengajaan dengan memanfaatkan statusnya sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) untuk mengisi kuota pemain Asia.

Dikutip dari Berita Harian Malaysia pada Kamis (30/6/2022), Tunku Ismail Sultan Ibrahim selaku bos bedar JDT menyatakan bahwa Jordi Amat bakal berkostum Harimau Selatan guna mengisi slot pemain dari Asia Tenggara atau ASEAN.

"Apa pun kita tunggu saja proses yang berkaitan (dengan naturalisasi) dan berharap dia akan memperkuat JDT secepat mungkin," ucap Tunku Ismail Sultan Ibrahim.

Bantahan Jordi Amat

Calon pemain naturalisasi Indonesia itu menepis isu yang menyebut dirinya memanfaatkan status WNI guna berlabuh ke JDT.

Jordi Amat merayakan gol ke gawang Barcelona pada 9 Maret 2019
Jordi Amat merayakan gol ke gawang Barcelona pada 9 Maret 2019 saat dirinya masih memperkuat Rayo Vallecano di ajang Liga Spanyol. Amat sekarang menjadi target naturalisasi PSSI agar bisa memperkuat timnas Indonesia.

Baca juga: Nepal Tak Berdaya di Tangan Timnas Indonesia, Lolos Piala Asia, Asia Tenggara Kirim 4 Wakil

Baca juga: Iwan Bule Sebut Laporan Diterima PSSI 2 Bobotoh yang Meninggal di GBLA karena Terjatuh dan Terinjak

Alasan Jordi Amat memilih merapat ke kubu JDT adalah karena dirinya ingin lebih mudah beradaptasi dengan Liga Asia dan menambah pengalaman serta dengan keluarga yang ada di Indonesia.

Sebab, klub JDT dianggap lebih memiliki fasilitas mumpuni untuk mengembangkan ketrampilan sepakbolanya.

"Johor hanya dua jam perjalanan dari Indonesia melalui udara, dan klub ini adalah salah satu dari 16 besar di ACL."

"Saya meyakinkan semua orang bahwa fasilitas seperti itu belum pernah saya temui di tim saya sebelumnya," bebernya.

Oleh sebab itu, Jordi Amat meminta agar seluruh masyarakat memahami keputusannya untuk membela Johor Darul Ta’zim.

"Saya harap teman-teman semua menghormati keputusan saya, saya meninggalkan Eropa, keluarga, dan teman-teman."

"Saya rasa saya sudah melakukan hal benar terhadap perjalanan baru sepak bola dalam hidup saya," ungkapnya.

(Tribun-Sulbar.com/Al Fandy Kurniawan)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved