Selain Minyak Curah, Nanti Beli BBM Pertalite Juga Wajib Pakai Aplikasi di Smartphone, Siapkah Anda?

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution beralasan, aturan ini bertujuan untuk menyalurkan BBM tepat sasaran

Editor: Ilham Mulyawan
Tribun Sulbar / Abd Rahman
Suasana pengisian BBM di SPBU Kali Mamuju Jl Ir H Juanda, Kelurahan Mamunyu, Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). Pertamina kini memberlakukan aturan baru, yakni beli Pertalite wajib pakai aplikasi MyPertamina 

TRIBUN-SULBAR.COM - Selain memberlakukan aturan beli minyak goreng curah pakai aplikasi Pedulilindungi, pemerintah juga kini akan memberlakukan pembelian Bahan bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite menggunakan aplikasi.

Aplikasi yang dimaksud adalah  MyPertamina.

Aturan pembelian pakai MyPertamina ini mulai diberlakukan pada 1 Juli, dengan tahapan sosialisasi dulu di beberapa daerah.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution beralasan, aturan pembelian menggunakan aplikasi ini bertujuan untuk menyalurkan bahan bakar minyak (BBM) subsidi secara tepat sasaran.

“Dalam menyalurkan BBM subsidi ada aturannya, baik dari sisi kuota atau jumlah maupun dari sisi segmentasi penggunanya. Saat ini, segmen pengguna Solar subsidi ini sudah diatur, sedangkan Pertalite segmentasi penggunanya masih terlalu luas. Sebagai badan usaha yang menjual Pertalite dan Solar, kami harus patuh, tepat sasaran dan tepat kuota dalam menyalurkan BBM yang disubsidi pemerintah,” kata Alfian seperti dikutip dari rilis yang diterima.

Antrean panjang kendaraan di SPBU Kali Mamuju Jl Ir H Juanda, Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).
Antrean panjang kendaraan di SPBU Kali Mamuju Jl Ir H Juanda, Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). (Tribun-Sulbar.com/Abd Rahman)

Dia mengatakan, di lapangan masih teradapat banyak konsumen tidak berhak mengkonsumsi Pertalite dan Solar, dan jika tidak diatur, besar potensinya kuota yang telah ditetapkan selama satu tahun tidak akan cukup.

Untuk itulah Pertamina Patra Niaga, lanjut dia, berinisiatif melakukan uji coba penyaluran Pertalite dan Solar bagi pengguna berhak yang sudah terdaftar di dalam sistem MyPertamina.

“Masyarakat yang merasa berhak menggunakan Pertalite dan Solar dapat mendaftarkan datanya melalui website ini, untuk kemudian menunggu apakah kendaraan dan identitasnya terkonfirmasi sebagai pengguna yang terdaftar. Sistem MyPertamina ini akan membantu kami dalam mencocokan data pengguna,” lanjut Alfian.

Sembari menambahkan, masyarakat tidak perlu khawatir apabila tidak memiliki aplikasi MyPertamina.

Sebab pendaftaran dilakukan semua di website MyPertamina https://subsiditepat.mypertamina.id/.

Pengguna yang sudah melakukan pendaftaran kendaraan dan identitasnya, akan mendapat notifikasi melalui email yang didaftarkan.
Pengguna terdaftar akan mendapatkan QR code khusus yang menunjukan bahwa data mereka telah cocok dan dapat membeli Pertalite dan Solar.

“Yang terpenting adalah memastikan menjadi pengguna terdaftar di website MyPertamina, jika seluruh data sudah cocok maka konsumen dapat melakukan transaksi di SPBU dan seluruh transaksinya akan tercatat secara digital," terangnya lagi.

Saat ini Pertamina Patra Niaga terus memperkuat infrastruktur serta kesisteman untuk mendukung program penyaluran Pertalite dan Solar secara tepat sasaran ini. Direncanakan,

Uji coba awal akan dilakukan di beberapa kota/kabupaten yang tersebar di 5 Propinsi antara lain Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Jawa Barat, dan DI Yogyakarta.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved