Ayah dan Bunda, Yuk Penuhi Kebutuhan Anak untuk Hadapi PTM, Wajib Tahu!

Sehingga memungkinkan Pendidik dan tenaga Kependidikan (PTK) serta anak-anak, untuk bisa kembali melaksanakan kegiatan pembelajaran di sekolah

Editor: Ilham Mulyawan
ist
Ilustrasi anak bersemangat sekolah tatap muka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan 

Rasa cemas seringkali muncul menjelang hari dimana mereka harus kembali bersekolah, khususnya menghadapi PTM.

Walaupun anak merasa gembira tidak sabar untuk bertemu teman-teman, dan segera ingin memakai sepatu dan tas baru, terkadang persaan cemas masih tetap menyerang mereka.

Rachel Busman, psikolog klinis Child Mind Institute menyebutkan bahwa, kembali masuk sekolah, menjadi sebuah tantangan tersendiri untuk anak-anak. Masa transisi tersebut, dapat membuat mereka stres, akibat perubahan lingkungan sosial, teman, guru, serta aktivitas dari yang sebelumnya.

Untuk menghadapi dan mencegah kondisi tersebut, orang tua dapat melakukan beberapa hal, diantaranya:
- Dengarkan si anak, jangan berkata bahwa Ia berlebihan
- Bangun kembali rutinitas secara perlahan, serta berikan semangat dan motivasi kepada si anak
- Bantu si anak untuk membuat rencana harian, sehingga semua kegiatan sehari-harinya menjadi tenang dan teratur
- Minta untuk seluruh anggota rumah untuk tidak menakut-nakuti si anak
- Ingatkan anak bahwa Ia pernah melalui transisi yang sama, dan berhasil melaluinya

4. Persiapkan si anak untuk kembali dapat bersosialisasi dengan baik

Usaha anak untuk kembali bersosialisasi dengan guru, serta teman-teman sebayanya, bukanlah hal yang mudah. Terlebih ketika si anak harus kembali untuk melaksanakan PTM.

Dilansir dari edukasi.kompas.com, para orang tua sangat dianjurkan untuk memperhatikan kondisi kemampuan sosial anak pada masa transisi ini.

Anak yang memiliki masalah dalam berinteraksi dengan teman sebayanya, akan mengalami guncangan emosi besar.

Terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk meningkatkan kembali kemampuan sosialisasi anak, diantaranya:
- Berikan kesempatan anak untuk berkumpul dan berekspresi bersama teman-temannya
- Jadilah role model yang baik bagi si anak, karena anak akan mencontoh perilaku dan sikap orang tuanya ketika mereka bersosialisasi
- Buatlah suasana sosialisasi dalam keluarga yang terbuka
- Ajarkan kembali etika bergaul yang baik
- Jangan over-protective kepada anak
- Dukung dan tingkatkan rasa percaya diri anak ketika mereka bersosialisasi
- Membiasakan budaya komunikasi yang interaktif kepada anak

5. Tingkatkan asupan nutrisi dalam tubuh anak

Di tengah kondisi pandemi Covid-19, menjaga nutrisi anak merupakan salah satu hal yang paling krusial, khususnya ketika akan menghadapi kegiatan PTM.

Anak membutuhkan asupan gizi dan nutrisi yang sangat cukup, agar mereka tetap sehat dan kuat menghadapi virus Covid-19.

Dilansir dari covid19.go.id, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), menyebutkan bahwa setiap anak memiliki hal yang sama, yaitu nutrisi yang lengkap dan seimbang.

“Nutrisi yang seimbang memiliki macronutrient, dan micronutrient. Macronutrient adalah karbohidrat, protein, dan lemak, sedangkan micronutrient meliputi vitamin dan mineral.”

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved