Berita Mamuju

Pemerintah Berencana Hapus Kelas Rawat Inap, BPJS Kesehatan Mamuju Tunggu Regulasi Baru

Kepala BPJS Kesehatan Mamuju, Umrah Nurdin, mengatakan BPJS Kesehatan saat ini masih berjalan sesuai dengan regulasi yang ada sebelumnya.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Abd Rahman
Kepala Cabang BPJS Kesehatan Mamuju, Umrah Nurdin 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Wacana rencana pemerintah menghapus kelas atau tingkatan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan belum jelas.

Kepala BPJS Kesehatan Mamuju, Umrah Nurdin, mengatakan BPJS Kesehatan saat ini masih berjalan sesuai dengan regulasi yang ada sebelumnya.

Yakni kelas 1, kelas 2 dan kelas 3 sesuai dengan Perpres 82 Tahun 2018 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

"Masih menuggu keputusan dari pusat, belum ada regulasi baru sampai ke kami," kata Umrah Nurdin kepada Tribun-Sulbar.com, Selasa (21/6/2022).

Diketahui, hingga April 2022 ini, yang terdaftat dalam program JKN di Mamuju, 270.579 warga atau 96,13 persen.

Dari total penduduk Mamuju yang tercatat sebanyak 281.478 penduduk.

Tarif iuran BPJS kesehatan saat ini untuk kelas I sebesar Rp 150 ribu per bulan.

Kelas 2 Rp 100 ribu per bulan dan kelas 3 Rp 35 per bulan.

Sebelumnya, beredar informasi BPJS Kesehatan akan menghapus kelas rawat inap menjadi kelas standar atau kelas tunggal.

Penerapan kelas standar tersebut sejatinya memenuhi amanah UU Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang berkaitan dengan prinsip ekuitas di Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Penghapusan kelas itu rencanannya akan mulai berlaku pada Juli 2022 secara bertahap.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved