Breaking News:

Berita Polman

Petani di Galeso Polman Gagal Panen Akibat Sawah Terendam Banjir Berhari-hari

Salah satu warga Desa Galeso, Zainal Abidin mengatakan sekitar 50 hektare sawah di Desa Galeso terendam banjir.

Penulis: Kamaruddin | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Kamaruddin
Warga Desa Galeso Irwan/ Puluhan Sawah petani di Desa Galeso terendam banjir selama tiga hari, Selasa, (14/6/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Cerita petani sawah di Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polman, Sulbar gagal panen akibat sawahnya terendam banjir.

Puluhan hektar sawah di Desa Galeso, Polman, terendam banjir hingga saat ini, Rabu, (15/6/2022).

Sawah tersebut terendam banjir pasca hujan deras yang melanda Kabupaten Polman pada 12 Juni 2022 lalu.

Salah satu warga Desa Galeso, Zainal Abidin mengatakan sekitar 50 hektare sawah di Desa Galeso terendam banjir.

Sawah petani terendam banjir saat ini sudah memasuki hari keempat.

Zainal menjelaskan, banjir tersebut dipicu luapa air Sungai Desa yang mengalami pendangkalan.

"Terjadi pendangkalan di muara sungai yang di Mampie akhirnya air meluap ke sawah petani" ungkap Zainal kepada Tribun-Sulbar.com.

Dikatakan, air dari Desa Tumpiling, Labasang dan Matakali meluap ke sawah petani di Desa Galeso.

Padi yang berusia sekitar 15 hari itu kemudian membusuk karena tenggelam berhari-hari.

Para petani hanya bisa pasrah, mereka harus menunggu air surut dan harus kembali menanam.

Menurut Zainal, jutaan rupiah kerugian yang dialami para petani akibat banjir tersebut.

"Ratusan juta kalau semua dihitung sawah yang tenggelam ini, kalau perorang mungkin jutaan karena tergantung luas lahannya" ucapnya.

Dia berharap, pemerintah daerah atau dinas terkait segera melakukan pengerukan muara sungai agar tidak terjadi pendangkalan.

Kata dia, pengerukan muara sungai sudah pernah diusulkan beberapa tahun terakhir.

Hingga saat ini belum ada langkah yang dilakukan pemerintah dalam menangani itu.

"Harapannya mempercepat pengerukan muara sungai mampie karna ini sudah hampir 10 tahun diusulkan sampai sekarang belum teralisasi, inimi yg pengaruhi banjir di Labasang juga" katanya.

Dikatakan, muara sungai tersebut menampung air aliran sungai dari Desa Rea, Matakali dan Labasang.(*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved