Breaking News:

Berita Mamuju

Fakta Baru Pimpinan Ponpes Cabul, Terdakwa Abdul Rasyid Jadi Pimpinan Ponpes Cacat Hukum

Kepala Kejari Mamuju Subekhan mengatakan, pada waktu lalu Kejari sudah mengeluarkan surat perintah penyelidikan untuk mengamankan yayasan dan aset.

Penulis: Abd Rahman | Editor: Munawwarah Ahmad
Tribun Sulbar / Abd Rahman
Terdakwa pencabulan Abdul Rasyid berjalan keluar ruang sidang 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Kejaksaan Negeri (Kejari) kembali menemukan fakta baru terdakwa kasus pencabulan santri di Mamuju.

Pondok pesantren yang sebelumnya dipimpin terdakwa Abdul Rasyid (47), itu tidak sesuai hukum atau undang-undang terkait proses pergantian pemimpin yayasan baru.

Kepala Kejari Mamuju Subekhan mengatakan, pada waktu lalu Kejari sudah mengeluarkan surat perintah penyelidikan untuk mengamankan yayasan dan aset.

"Jadi setelah ketua yayasanya tidak ada, yayasan ini  harus kita amankan, termasuk mengamankan aset," ungkap Subekhan di Pengadilan Negeri (PN) Mamuju, Jl AP Pettarani, Kelurahan Binanga, Mamuju, Selasa (14/6/2022) kemarin.

Subekhan menjelaskan, pengamanan dilakukan agar barang milik pesantren tersebut aman dan tidak ada yang menjarah.

Kemudian, penyelidikan juga dilakukan terkait dengan status pengurus yayasan yang mengelolah pesantren tersebut, apakah dia sah sesuai prosedur hukum atau tidak.

"Kita selediki apakah sudah sesuai undang-undang yayasan soal proses pergantian pimpinan baru," kata dia.

Lanjut Subekhan menjelaskan, karena proses penunjukan ketua yayasan baru itu harus melalui rapat dewan pembina yayasan.

"Penunjukan ketua itu harus dirapatkan oleh dewan pembinan yayasan," tegasnya.

Sementara, Kejari Mamuju tidak menemukan aturan yang dipersyaratkan oleh undang-undang yayasan terkait penunjukan ketua yayasan ponpes baru ini.

"Kita temukan tidak seperti itu, ketua terpilih tidak sesuai undang-undang yayasan," terangnya.

Sehingga menurut dia, yayasan ponpes eks terdakwa Abdul Rasyid tersebut akan terjadinya yang tidak sesuai dengan prosedur hukum.

"Berdasarkan hasil temuan, tanah milik yayasan itu sudah di wakafkan dan kalau tidak terurus bisa kita ambil alih," tandasnya (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Abd Rahman

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved