Akmal Malik ke Mamasa

Tiba di Mamasa, Pj Gubernur Akmal Malik Pakai Tenun Sambu Mamasa

Termasuk, adanya pengalungan sarung atau Sambu, atau sarung tenun khas Mamasa diberikan kepada Penjabat Gubernur Akmal Malik.

Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Ilham Mulyawan
habluddin/Tribun-Sulbar.com
Pj Gubernur Sulbar Akmal malik pakai sambu Tenun Mamasa berwarna putih 

Laporan wartawan TRIBUN-SULBAR.COM, Habluddin

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Pj Gubernur Sulbar, Akmal Malik melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Jumat (3/6/2022).

Tiba disana, Akmal langsung disambut tarian Sanggar Seni Wai Sapalelean.

Kegiatan dipusatkan di Desa Tondok Bakaru, Mamasa, Sulbar.

Termasuk, adanya pengalungan sarung atau Sambu, atau sarung tenun khas Mamasa diberikan kepada Penjabat Gubernur Akmal Malik.

Adapun, yang menyambut rombongan Pemprob yakni Wakil Bupati Mamasa Marthinus Tiranda, Sekda Mamasa, dan jajaran Pemkab Mamasa.

Sedangkan, pejabat pemprov yang turut hadir diantaranya Asisten III Jamil Barambangi, Kadis Pariwisata Sulbar Farid Wadjdi, Kadis PMD Jaun, Kadis PU Muhammad Aksan, Kepala Biro Umum Ansar Malle dan jajaran Pemprov.

Rombongan pemprov dijamu makan siang oleh Pemkab Mamasa di Desa Tondok Bakaru.

Desa Tondok Bakaru masuk 50 besar desa wisata oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Dijadwalkan, beberapa kegiatan akan dilakukan Penjabat Gubernur Akmal Malik selama di Mamasa.

Penggunaan sambu bagi warga Mamasa berfungsi untuk melawan hawa dingin pegunungan.

Saat sore-sore, kita masih bisa menemukan orang-orang yang berselempang sarung, baik orang tua maupun anak-anak muda.
Ukurannya pun bervariasi, mulai dari ukuran selempang hingga seukuran selimut.

Motif dan warna sambu Mamasa pun beragam.

Dulu, sambu berwarna putih yang disebut sambu Bembe hanya diperuntukkan bagi kalangan bangsawan di Mamasa.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved