Banjir Malunda

Empat Dusun di Mekkatta Terendam Banjir, Warga Terancam Kelaparan, Butuh Bantuan Logistik Segera!

Dikatakan, banjir di desanya akibat luapa Sungai Deking. Sungai meluap setelah hujan deras sejak pukul 13.00 WITA hingga sekarang.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Nurhadi Hasbi
Haeruddin
Banjir di Kecamatan Malunda mencapai teras rumah panggung 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Empat Dusun di Desa Mekkatta, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulbar, terendam banjir, Kamis (26/5/2022).

Empat dusun tersebut, yakni Samalio, Talabuo, Mekkatta, Tamalio Utara dan Talabungo.

Ketinggi air mencapai dada orang dewasa.

Baca juga: 3 Rumah di Dusun Samalio Desa Mekkatta & Puluhan Ternak Hanyut Terbawa Aliran Sungai

Baca juga: Aliran Listrik di Malunda Dipadamkan Sementara, Manajer PLN: Tunggu Air Surut Dulu Demi Keamanan

Kepala Desa Mekkatta Haeruddin, via telepon mengatakan, kondisi warganya saat ini membutuhkan bantuan. Utamanya logistik.

"Kami di sini (Mekatta) tidak bisa memasak, semua rumah terendam air setinggi dada," kata Haeruddin yang mengaku sedang berada di lokasi banjir.

Selain itu, lanjutnya, sudah ada tiga rumah warganya hanya terbawa aliran sungai.

"Puluhan ternak warga juga ikut hanyut sampai kelaut dan tidak bisa diselamatkan," ucapnya.

Dikatakan, banjir di desanya akibat luapa Sungai Deking.

Sungai meluap setelah hujan deras sejak pukul 13.00 WITA hingga sekarang.

"Desa Mekkatta saat ini yang paling parah banjirnya," ujarnya.

Warga saat ini dikabarkan mengungsi ke rumah panggung yang lebih tinggi.

Dia berharap adanya bantuan logistik atau makanan secepatnya.

Jika tidak, warganya terancam kelaparan karena tidak bisa memasak.

Kondisi banjir yang merendam di Desa Mekkatta, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Kamis (26/5/2022) sore.
Kondisi banjir yang merendam di Desa Mekkatta, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Kamis (26/5/2022) sore. (Tribun-Sulbar.com/Fahrun Ramli)

"Dapur terendam, tabung gas hingga kompor, kita tidak bisa memasak nasi ini," lanjutnya.

"Banyak anak-anak, butuh makanan malam ini karena situasi belum kondusif, air masih tinggi," sambungnya.

Sementara aliran listrik di desa dipadamkan sementara waktu untuk keamanan.

Sinyal telepon genggam tidak normal, timbul tenggelam.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved