Festival Kota Tua Majene

Makna Souvenir Festival Kota Tua Majene, Terbuat dari Artefak Sebuah Peristiwa Sejarah

Souvenir Kota Tua Majene dibuat sebagai artefak dari sebuah peristiwa sejarah tentang sejarah masa silam di tanah Mandar. 

Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Munawwarah Ahmad
Dispar Sulbar
Penampakan Souvenir Festival Kota Tua Majene. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Kegiatan festival kota tua majene yang kedua beberapa kegiatan yang baru atau bertambah.

Mulai, music street, lepa lepa race, thema song kota tua Majene, juga di inisiasi sovenir sebagai pertanda atau signature yang memberikan informasi sekaligus oleh-oleh bagi pengunjung.

Souvenir Kota Tua Majene dibuat sebagai artefak dari sebuah peristiwa sejarah tentang sejarah masa silam di tanah Mandar. 

"Yakni tentang peran Majene sebagai ibukota Afdeling Mandar. Ini patut digarisbawahi, sebab meski di kesepakatan Allabungang Batu di Luyo bisa dimaknasi sebagai simbol persatuan Pitu Baqbana Binanga dengan Pitu Ulunna Salu, tapi kawasan kerajaan-kerajaan yang bersatu tersebut tidak seluas kawasan Afdeling Mandar," kata Kadis Pariwisata Sulbar Farid Wadjidi melalui rilis diterima, Senin (23/5/2022).

Termasuk, lanjut Farid konteksnya pun beda seperti di Luyo, Polman itu adalah kesepakatan antar kerajaan-kerajaan, bukan pembentukan kerajaan yang sentralistik; tak ada ibu kotanya. 

Sementara, memang Balanipa dianggap sebagai "Bapak", tapi bukan sebagai pusat pemerintahan.

"Nah ketika Belanda menguasai kawasan ini lalu membagi-bagi kawasan di Pulau Sulawesi ke dalam beberapa afdeling, wilayah PBB dan PBB serta tempat-tempat yang dipengaruhinya (baik kebudayaan maupun penaklukan/perang) dimasukkan ke dalam sebuah wilayah administrasi yang disebut Afdeling Mandar, yang belakangan batas-batasnya juga menjadi batas wilayah Provinsi Sulawesi Barat. Adapun ibukotanya adalah Majene.)," ungkap Farid.

Souvenir Festival Kota Tua Majene dibuat dari kayu jati dan cendana. 

Bentuknya dibuat fungsional, misal sebagai tempat pensil, handphone, amplop atau undangan. 

"Jadi bisa diletakkan di atas meja kerja, selain sebagai perhiasan juga ada fungsinya," bebernya.

Selain itu, di souvenir itu dimasukkan beberapa simbol. 

Pertama adalah simbol pegunungan. Itu bilah paling belakang. Lalu dua bilah di tengah dan depan, adalah simbol ombak. Tiga bilah tersebut bisa juga dimaknai sebagai unsur tiga "baqba binanga" yang ada di Kabupaten Majene: Kerajaan Banggae, Kerajaan Pamboang, dan Kerajaan Sendana. 

"Kan ada tujuh: dua di Kabupaten Polewali Mandar (Kerajaan Balanipa dan Kerajaan Binuang), dan dua di Kabupaten Mamuju (Kerajaan Tappalang dan Kerajaan Mamuju)," paparnya.

Di sisi kanan ada pohon kelapa, itu unsur khas kawasan pesisir. Bukan hanya itu, pohon kelapa itu dulunya amat penting bagi Kabupaten Majene. Menjadi sumber pendapatan signifikan masyarakatnya. Itu sebabnya unsur-unsur pohon kelapa ada beberapa di logo Kabupaten Majene," ujarnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved