Korupsi Pasar Rakyat Lakahang

Kejari Mamasa Tahan 4 Tersangka Korupsi Pembangunan Pasar Rakyat Lakahang

Akibat perbuatan ke empat tersangka tersebut dikenakan pasal 2 atau pasal 3 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberetasan tindak pidana korup

Penulis: Abd Rahman | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Abd Rahman
Empat Tersangka Korupsi ditahan oleh Kejari Mamasa. 

TRIBUN-SULBAR.COM,MAMUJU - Tim Penyidik Kejakasaan Negeri Mamasa (Kejari) Mamasa menetapkan empat tersangka tidak pidana korupsi poroyek pembangunan Pasar Rakyat Lakahang, Jumat (20/5/2022) malam.

Mereka diamankan atas kasus korupsi pembangunan Pasar Rakyat Lakahang tahun 2019 yang menelan anggaran sebesar Rp 5.440.132.227,89.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Mamasa, Arjely Pongbanny, menjelaskan, pada tahun 2019 tersangka YP menawarkan proyek pembangunan tersebut kepada tersangka PT.

Kemudian PT meminta tersangka I mencari perusahan kemudian I meminjam CV Fajar Makmur kemudian CV Fajar Makmur mengikuti lelang penyedia jasa konstruksi pembangunan pasar dengan nilai penawaran Rp 5.440.132.227,89.

"Saat itu tersangka I mengahadiri pembuktian kualifikasi dan CV Fajar Makmur dinyatakan sebagai pemenang," kata Ajerly melalui rilis diterima Tribun-Sulbar.com, Sabtu (21/5/2022).

Dijelaskan, dalam proses pembangunan itu kontrak kerja proyek dilaksankan selama 80 hari mulai 11 Oktober sampai 30 Desember 2019 waktu itu.

"Proyek itu dilaksankan oleh tersangka I dan tersangka PT," ujarnya.

Saat itu, CV Milana Consultant menjadi konsultan pengawas proyek yang diwakilkan oleh tersangka YP.

Berdasarkan kontrak pembayaran dilakukan secara termin atau didasarkan pada penghitungan bersama terhadap progres pekerjaan pembayaran prestasi kerja.

Dalam hitunganya, pertama uang muka Rp 709.937,252 kemudian kedua pekerjaan 75 persen Rp 2.818.359 397, dan ketiga pekerjaan 90 persen Rp 779.546,217.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved