SEA Games Vietnam 2021
Mau Menang Atas Thailand? Kuncinya Konsistensi Permainan & Mental Tanding
Konsistensi permainan dan faktor mental jadi faktor penting untuk bisa meredam kekuatan timnas Thailand di semifinal SEA Games ke 31.
Penulis: Suandi | Editor: Ilham Mulyawan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Para-pemain-Timnas-Indonesia-berpose-menjelang-pertandingan-leg-kedua.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM - Singgih Pitono selaku mantan penyerang timnas Indonesia memprediksi bahwa Garuda Muda akan menang tipis 1-0 dari Thailand.
Singgih Pitono mengklaim menumbangkan Thailand di babak semifinal SEA Games ke 31 cabang olahraga (cabor) sepak bola putra juga terbilang tidak lah mudah.
Konsistensi pemain sangat dibutuhkan untuk bisa mencuri tiga poin penuh dari timnas Thailand.
Adapun duel timnas U23 Indonesia vs Thailand bakal dihelat pada hari ini, Kamis (19/5/2022) mulai pukul 16.00 WIB atau 17.00 WITA di Stadion Thien Truong, Nam Dinh, Vietnam.
"Kans tetap 50-50, kalau tetap konsisten seperti pertandingan sebelumnya, akan bisa mengatasi Thailand."
Baca juga: Asnawi Mangkualam Absen Kontra Thailand, Iham Rio Jadi Pengganti, Saddil kemana?
Baca juga: Alexandre Polking Ngeri Kekuatan Garuda: Kuat Lari 90 Menit Penuh
"Yang jelas, dari segi penyelesaian ada peningkatan, mulai chemistry Witan Sulaeman, Egy Maulana Vikri, dan Irfan Jauhari juga mulai bagus. Pemain muda Muhammad Ridwan juga sudah lumayan," kata Singgih Pitono, dikutip dari Kompas.com pada Kamis (19/5/2022).
Singgih Pitono yang juga menjadi asisten pelatih dari Arema FC itu menyampaikan bahwa pemain harus bisa dengan cepat mengambil keputusan.
"Sepersekian detik dia harus ada yang mengambil keputusan untuk mencetak ke gawang. Sekarang sudah mereka buktikan," jelasnya.
Selain itu, faktor mental juga bakal menjadi kunci bagi pemain timnas U23 Indonesia untuk bisa meredam kekuatan Thailand.
Assisten pelatih Arema FC itu menyatakan para pemain timnas U23 Indonesia pantang untuk berkecil hati kala berduel melawan Thailand.
Tentu saja, faktor mental juga menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi sang pelatih.
Mengingat, level psikologis pemain dan cara pemain dalam menanggapi kondisi di lapangan berbeda setiap individunya.
"Biasanya ketakutan sebelum bertanding itu selalu terbawa saat ketemu Vietnam atau Thailand. Pemain itu seolah-olah masuk lapangan sudah dalam kondisi kalah sebelum bertarung."
"Ini yang tidak boleh, ini harus diterapkan ke individu masing-masing. Jadi, dia masuk harus yakin, seperti yang saya bilang mentalnya personal dulu," terangnya.
(Tribun-Sulbar.com/Al Fandy Kurniawan)