Petani Tambak Merugi

Petani Tambak di Tampa Padang Kalukku Mamuju Merugi Hingga Ratusan Juta Akibat Banjir

"Kalau kerugian per empang itu dalam satu hekaternya sampai Rp 10 juta bahkan lebih," ungkap Harisman.

Penulis: Abd Rahman | Editor: Hasrul Rusdi
Tribun-Sulbar.com/Abd Rahman
Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan Tampa Padang Utara, Triwisno Harisman saat ditemui di empang miliknya, Senin (16/5/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Ratusan hektare empang atau tambak ikan di Lingkungan Tampa Padang Utara, Kelurahan Sinyonyoi Selatan, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) merugi akibat banjir.

Seluruh ikan dan udang yang berada di dalam empang lepas ke pemukiman warga hingga sungai saat terjadi banjir.

Selain kerena luapan air mengepung empang, pematang empang juga jebol sehingga ikan-ikan habis keluar.

Akibatnya, pemilik empang merugi hingga ratusan juta rupiah.

Baca juga: Satu Alat Berat Diturunkan Membuka Akses Jalur di Lingkungan Tamasapi Mamuju

Baca juga: Prakiraan Cuaca Senin 16 Mei 2022: Waspada Angin Kencang Wilayah Mamasa dan Polman

Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan Tampa Padang Utara, Triwisno Harisman mengatakan, sedikitnya ada 100 hektare yang terdampak banjir khusus di wilayah Kelurahan Sinyonyoi Selatan Tampa Padang Kalukku.

"Kalau kerugian per empang itu dalam satu hekaternya sampai Rp 10 juta bahkan lebih," ungkap Harisman kepada Tribun-Sulbar.com, Senin (16/5/2022).

Ia menjelaskan, kerugian tersebut ditotalkan dari harga bibit ikan Rp 57 rupiah per ekor dan kalau bibit yang dibeli sampai 100 ribu ekor ikan itu sudah sampai Rp 5,7 juta.

Kata dia, belum lagi perawatan empang mulai dari memupuk hingga peratawan lainya itu sudah mencapi puluhan juta.

"Kita sudah pasti rugi karena kalau kita harapkan panen itu sudah pasti gagal dan tidak diharpkan lagi," terangnya.

Disebutkan, mereka yang seharusnya sudah akan memanen ikan itu terpaksa gagal karena air banjir sudah mengepung empang.

"Ada yang mau panen ikan bandeng yang siap panen itu semua gagal karena ikan habis semua di bawa banjir," sebutnya.

Harisman berharap, pemerintah melalui Dinas Perikanan dan Keluatan bisa memberikan bantuan berupa bibit ikan agar para pembudidaya ikan tidak terlalu merasakan kerugian.

Sebelumnya, banjir terjadi pada Sabtu (14/5/2022) di wilayah Kelurahan Sinyonyoi, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).

Puluhan rumah terendam banjir di Lingkungan Tampa Padang Utara, Kelurahan Sinyonyoi Selatan, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) masih terendam banjir, Minggu (15/4/2022).

Terlihat air setinggi lutut orang dewasa masuk ke dalam rumah warga.

Sehingga sebagian warga memilih untuk mengunsi di rumah kerabatnya.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Abd Rahman

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved