Opini

Ironi Otonomi Dalam Penentuan Penjabat Kepala Daerah

Adapun pengangkatan penjabat kepala daerah menurut undang-undang di tahun 2022 ini dimana potensi durasi jabatannya lebih dari 2 tahun jelas melenceng

Editor: Ilham Mulyawan
Muhammad fot Tribun Sulbar
Pengamat Politik dan Pemerintah Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Muhammad 

Hal tersebut karena sejumlah kewenangan dan fungsi dari penjabat jelas lebih terbatas dibandingkan jika pemerintahan daerah justru dipimpin oleh kepala daerah definitif dari hasil pemilu.

Ironi Otonomi

Dalam hal penentuan penjabat kepala daerah pun juga seharusnya didorong agar mekanismenya lebih demokratis dimana asas dasarnya adalah transparan, partisipatif dan akuntabilitas.

Mengingat panjangnya masa jabatan para penjabat ini adalah sangat panjang akan memimpin masyarakat di daerah.

Dimana para penjabat kepala daerah akan banyak dihadapkan pada masalah-masalah di tingkat lokal untuk diselesaikan.

Bagaimana membangun kepercayaan publik (public trust) bagi para penjabat ini bahwa komitmen yang mereka bawa bagi daerah tidak kalah dengan para pemimpin yang rakyat pilih sendiri yang umumnya adalah putra daerahnya.

Sejak awal semangat reformasi salah satu aspek yang diperjuangkan rakyat adalah desentralisasi.

Banyaknya kekurangan dari sistem yang sentralistrik dimana porsi pemerintah pusat yang sangat besar dalam menentukan nasib daerah perlu diformulasi sedemikian agar daerah juga dibuka ruang untuk dapat meniti sendiri arah pembangunannya.

Termasuk memilih pemimpin bagi daerahnya sendiri karena asumsi dasarnya adalah tidak ada yang lebih mengetahui dan dapat menerjemahkan apa yang terbaik bagi daerah kecuali masyarakat daerah itu sendiri.

Olehnya penting untuk mendorong agar penentuan penjabat kepala daerah ini memang lahir dari proses yang demokratis (transparan, akuntabel dan partisipatif) sekaligus objektif agar potensi opini publik yang liar bahwa penentuan penjabat sarat dengan agenda politik, hanya like and dislike dan seterusnya dapat diredam.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved