Opini

Wabah Belum Berakhir, Hepatitis Misterius Mengancam

Reuters melaporkan, Beijing menutup lebih dari 40 stasiun kereta bawah tanah, sekitar sepersepuluh dari jaringan kereta, dan menutup 158 rute bus.

Editor: Nurhadi Hasbi
dok pribadi penulis
Ketua Majelis Ta'lim Mar'atul Muthmainna 

"Selama masa investigasi, kami menghimbau masyarakat untuk berhati-hati dan tetap tenang. Lakukan tindakan pencegahan seperti mencuci tangan, memastikan makanan dalam keadaan matang dan bersih, tidak bergantian alat makan, menghindari kontak dengan orang sakit serta tetap melaksanakan protokol kesehatan," kata dia berdasarkan keterangan tertulis, dikutip Minggu (8/5/2022). (cnbcindonesia.com, 08/05/2022).

Wabah Penyakit Belum Berakhir

Ledakan kasus covid di Shanghai dan menculnya hepatitis misterius yang mengancam jiwa anak menunjukkan bahwa wabah penyakit belum berakhir.

Semua negara semestinya mewaspadai agar ada langkah cepat dan tepat agar tidak berpotensi menjadi wabah yang meluas. Apalagi penyebab dari penyakit tersebut belum diketahui.

Sejak resmipenyakit ini terpublikasi sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh WHO, jumlah laporan kasus hepatitis terus bertambah.

Tercatat lebih dari 170 kasus dilaporkan oleh lebih dari 12 negara.

WHO pertama kali menerima laporan pada 05/04/2022 dari Inggris Raya mengenai 10 kasus Hepatitis Akut yang tidak diketahui etiologinya (Acute hepatitis Of Unknow Aetiology) pada anak-anak usia 11 bulan – 5 tahun pada periode Januari-Maret 2022 di Skotlandia Tengah. (cnbcindonesia.com, 08/05/2022)

Menyikapi hal ini, maka perlu ada perhatian khusus dalam penaganan masalah penyakit hepatits Akut ini , apalagi kita juga mengetahui bahwa covid-19 saat ini masih menjadi pembunuh nomor satu di AS. Di Indonesia pun masih terus terjadi, meskipun keadaannya melandai.

Jaminan Kesehatan Bagi Rakyat
Kebingungan dan kegagapan sistem demokrasi sekali lagi telah tampak pada penanganan penyakit hepatitis akut ini.

Padahal kesehatan adalah salah satu tonggak pembangun kualitas generasi. Namun titik kritis pandemi Covid-19 yang lalu, tampaknya belum jua menjadi pelajaran berharga.

Hepatitis akut adalah kondisi peradangan pada lever. Kondisi ini paling umum disebabkan oleh infeksi virus.

Hepatitis setidaknya bisa dicegah dari dua aspek, yakni kualitas makanan/bahan pangan dan imunitas terhadap virus penyebabnya.

Selain vaksinasi, dua aspek tersebut semestinya diupayakan dan dipenuhi oleh penguasa pengambil kebijakan.

Penanganan urusan umat tidak bisa ditangani dengan skema kerja individualistis. Sudah semestinya ada serangkaian tindakan pengambil kebijakan yang secara normatif mengakomodasi berbagai aspek demi menjaga kesehatan warganya, termasuk hal-hal selain kesehatan terkait penunjang kesehatan, seperti ekonomi, pendidikan, ketahanan pangan, serta politik.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved