Aliansi Mahasiswa Pemuda Revolusi Mamasa Geruduk Kantor Bupati dan DPRD Mamasa

Mereka, meminta pendidikan di Kabupaten Mamasa harus mendapat perhatian serius dari pemerintah karena sangat memperihatinkan.

Penulis: Abd Rahman | Editor: Hasrul Rusdi
Ist/Tribun-Sulbar.com
Aliansi Mahasiswa Pemuda Revolusi Mamasa (AMER) geruduk kantor Bupati Mamasa dan kantor DPRD Kabupaten Mamasa, Kamis (12/5/2022) 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU- Aliansi Mahasiswa Pemuda Revolusi Mamasa (AMER) geruduk kantor Bupati Mamasa dan kantor DPRD Kabupaten Mamasa, Kamis (12/5/2022).

Mereka melakukan aksi unjuk rasa melalui momentum hari buruh Nasional dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa tersebut, menuntut Bupati Mamasa Ramlan Badawi dan anggota DPRD Mamasa untuk menuntaskan beberapa polemik yang terjadi di Kabupaten Mamasa.

Mereka, meminta pendidikan di Kabupaten Mamasa harus mendapat perhatian serius dari pemerintah karena sangat memperihatinkan.

Tak hanya itu, kesejahtraan para buruh juga di Mamasa harus juga mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Baca juga: Ali Baal Masdar dan Akmal Malik Foto Bersama saat Pelantikan Penjabat Gubernur Sulbar

Baca juga: Top Skor Liga Inggris: Kevin de Bruyne Sejajar Mane & Jota, Dominasi Punggawa Liverpool

Aliansi Mahasiswa Pemuda Revolusi Mamasa (AMER) geruduk kantor Bupati Mamasa dan kantor DPRD Kabupaten Mamasa, Kamis (12/5/2022)
Aliansi Mahasiswa Pemuda Revolusi Mamasa (AMER) geruduk kantor Bupati Mamasa dan kantor DPRD Kabupaten Mamasa, Kamis (12/5/2022) (Ist/Tribun-Sulbar.com)

Kordinator Mimbar Aksi Achmad Faisal Dinejad mengatakan, pendidikan merupakan hal yang paling fundamental dalam sebuah negara sehingga sangat butuh perhatian.

"Pendidikan di kabupaten Mamasa benar-benar berada pada titik nadir yang memprihatinkan," kata Faisal saat dihubungi Tribun-Sulbar.com, via WhatsApp.

Disebutkan, kurangnya perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan merupakan penyebab utama mundurnya pendidikan di Mamasa.

"Maka kehadiran kami untuk mengingatkan mereka para pemangku kebijakan memiliki tanggung jawab, mereka tidak boleh menutup mata dengan kondisi ini," tegas Aktivis HMI Cabang Parepare itu.

Massa Aksi yang tergabung dalam AMER Mamasa membawa 5 tuntutan yaitu :

1.Segera Terbitkan PERBUP/PERDA tentang Beasiswa Berprestasi dan Keluarga Tidak Mampu.

2.Sejahtrakan Guru Honorer di Kabupaten Mamasa.

3.Transparansi Anggaran Pendidikan.

4.Perhatian Serius terhada Sekolah-Sekolah di Pelosok Kabupaten Mamasa.

5.Tindak Tegas Perusahaan NSS yang Menahan Ijazah Karyawan.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Abd Rahman

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved