Santunan Kecelakaan Dibayarkan Jasa Raharja Mamuju Selama Arus Mudik & Balik Capai Rp 312 Juta

Ia menjelaskan enam orang yang meniggal dunia, satu diantaranya pelimpahan, sebab ahli warisnya berada di Sulbar.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Fahrun Ramli
Kepala Jasa Raharja Perwakilan Mamuju, Crisno Bowo (kanan) mempersiapkan mobil keselamatan lalu lintas untuk pengobatan gratis selama arus mudik lebaran, Senin (18/4/2022). Lalu. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Jasa Raharja Cabang Mamuju serahkan santunan kecelakaan selama arus mudik lebaran dan arus balik sebesar Rp 312 Juta.

Humas Jasa Raharja Mamuju, Budi Kurniawan mengatakan santutan tersebut langsung dibayarkan kepada ahli waris.

Jumlah total korban meniggal dunia sebanyak sembilan orang dalam kecelakaan.

"Enam orang mendapat Rp 50 juta, sementara tiga orang hanya biaya penguburan," terang Budi Kurniawan saat ditemui di kantornya, Selasa (10/5/2022).

Ia menjelaskan enam orang yang meniggal dunia, satu diantaranya pelimpahan, sebab ahli warisnya berada di Sulbar.

Sementara tiga orang yang meniggal hanya dapat biaya penguburan lantaran tak punya ahli waris.

"Jika dibandingkan dengan momen lebaran arus mudik 2019, ada penurunan jumlah kecelakaan," ujarnya.

Arus mudik, dan arus balik untuk tahun ini mengalami peningkatan.

Seiring dilonggarkanya pembatasan kegiatan masyarakat di masa peralihan pandemi Covid-19.

"Petugas berhasil menekan angka kecelakaan lewat pos pengamanan yang disebar," sebutnya.

Ia menambahkan untuk musibah kecelakaan luka berat dan biaya pengobatan sesuai dengan PMK No. 16/PMK.010/2017.

Mengatur besaran santunan dan sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalulintas, maka santunan luka-luka maksimal Rp 20 Juta.

Sementara santunan meninggal dunia sebesar Rp 50 Juta.

Untuk persyaratan utama dalam musibah laka lantas adalah adanya laporan dari pihak kepolisian.

Juga yang terkena musibah harus punya kartu identitas diri, seperti Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga.

Sementara korban kecelakaan yang mengalami korban jiwa, pewaris harus punya rekening Bank Rakyat Indonesi (BRI).

Pembayaran santunanya tidak melalui uang kes, tetapi melalui transfer ke nomor rekening ahli waris.

Pengendara yang mendapat pembayaran santunan tersebut untuk seluruh warga Sulbar.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved