Kamis, 7 Mei 2026

Aksi Main 'Perang-perangan' Anak-anak di Lapangan Lapeo Polman Dibubarkan Polisi

Pembubaran dilakukan langsung oleh Kapolsek Campalagian, AKP Frans Geradus.

Tayang:
Penulis: Hasan Basri | Editor: Ilham Mulyawan
zoom-inlihat foto Aksi Main 'Perang-perangan' Anak-anak di Lapangan Lapeo Polman Dibubarkan Polisi
Hasan Basri/Tribun-Sulbar.com
Ket foto : Kapolsek Campalagian, AKP Frans Geradus membubarkan permainan perang perangan puluhan anak anak yang menggunakan senjata mainan di Campalagian. Aksi perang perangan dianggap berbahaya bagi anak. 

 

TRIBUN - SULBAR. COM, POLMAN -- Permainan "perang perangan" dua kelompok anak anak di lapangan Lapeo, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), dibubarkan Kepolisian, Rabu (4/5/2022).

Pembubaran dilakukan langsung oleh Kapolsek Campalagian, AKP Frans Geradus.

Kapolsek mendatangi lokasi kejadian dan menegur mereka agar menghentikan permainan tersebut.

Sontak dua kelompok anak anak yang sedang asyik bermain kontak senjata mainan di dalam lapangan, langsung berhamburan ke luar lapangan.

AKP Frans Geradus menganggap aksi "perang perangan" yang melibatkan puluhan anak anak dengan menggunakan senapan mainan berpeluru plastik, sangat berbahaya.

"Masalahnya jangan sampai nanti ada diantara anak anak kena matanya. Otomatis melapor ke orangtuanya dan ujung ujungnya pasti orangtuanya keberatan. Datanglah kesini memicu keributan, " kata AKP Frans Geradus di lokasi kejadian, Rabu (4/5/2022).

Kapolsek berjanji akan terus memantau lokasi ini untuk mengantisipasi kegiatan permainan perang peranganan menggunakan senjata mainan ini.

Sekedar diketahui puluhan anak anak memanfaatkan hari libur lebaran idulfitri dengan bermain perang perangan

Senjata yang digunakan pun beragam, mulai laras pendek sampai laras panjang dengan peluru khusus dari bahan plastik.

Pola permainan terbagi dua kubu anak anak.

Jumlah anak anak yang ikut sekitar lima puluh orang. Mereka kontak tembak di lapangan terbuka.

Mereka meluapkan kegembiraan dengan saling serang dan bertempur habis habisan.

Dua kubu terlibat kontak tembak, bahkan dengan jarak yang cukup dekat.

Tidak istilah kalah dalam permainan ini. Kelompok baru kabur setelah kehabisan peluru.

Mereka akan melanjutkan permainan setelah peluru terkumpul.

Tidak sedikit anak anak terlihat memungut kembali peluruh yang sudah dipakai.

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved