OPINI

Menyoal Produksi Beras Mamasa

Menurut data BPS Kabupaten Mamasa, pada tahun 2021 produksi beras di Kabupaten Mamasa mengalami penurunan.

Editor: Hasrul Rusdi
Ist/Tribun-Sulbar.com
Roberth, S.Pt, Statistisi Ahli Muda BPS Kabupaten Mamasa 

Oleh: Roberth, S.Pt., Statistisi Ahli Muda BPS Kabupaten Mamasa

Pembahasan mengenai beras selalu menarik untuk diangkat. Beras merupakan kebutuhan pokok masyarakat Indonesia. Hampir semua rumah tangga menjadikan beras sebagai makanan utama.

Ada istilah yang berjalan di masyarakat, “Belum makan jika belum makan nasi”. Padahal, boleh jadi sudah makan bakso, makan mie, makan roti, dan berbagai makanan lainnya.

Karena menjadi makanan utama, maka tidak heran jika beras menjadi penyumbang konsumsi terbesar bagi masyarakat. Baik itu masyarakat perkotaan, terlebih lagi masyarakat perdesaan.

Sumbangan komoditas beras sebagai konsumsi masyarakat menjadi yang teratas. Kebijakan terkait beras juga selalu menjadi sorotan.

Pemberitan di mana-mana menjadi sangat ramai jika itu terkait beras. Kekurangan stok sedikit saja akan membuat riuh di masyarakat. Harga yang meningkat akan membuat ramai juga.

Sebaliknya, harga yang terlalu rendah juga akan membuat petani meradang.

Menurut data BPS Kabupaten Mamasa, pada tahun 2021 produksi beras di Kabupaten Mamasa mengalami penurunan.

Pada tahun 2020 mencapai 31.884 ton menurun menjadi 30.129 ton. Penurunan konsisten terjadi dua tahun terakhir dari tahun 2019 yang mencapai 32.094 ton.

Penurunan produksi beras sejalan dengan penurunan luas panen dan produksi padi gabah kering panen.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved