Jumat, 12 Juni 2026

Hari Kartini

Hari Kartini! Karyawan Alfamidi Mamuju: Perempuan Tidak Baik Terlalu Gengsi

Seluruh karyawan atau pegawai di Alfamidi Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) turut memperingatinya dengan berpakai batik.

Tayang:
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Munawwarah Ahmad
zoom-inlihat foto Hari Kartini! Karyawan Alfamidi Mamuju: Perempuan Tidak Baik Terlalu Gengsi
Tribun Sulbar / Fahrun Ramli
Ayu Lestari (21) (kanan), karyawan Alfamidi Mamuju Jl Insyinyur Juanda, Sulbar saat ditemui, diselah kerjanya, Kamis (21/4/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Hari Kartini jatuh setiap tanggal 21 April untuk memperingati jasa-jasa RA Kartini, yang merupakan tokoh emansipasi perempuan di Indonesia.

Tahun 2022, Hari Kartini jatuh pada hari ini Kamis (21/4/2022). 

Tanggal 21 April diambil dari hari lahir RA Kartini, yakni 21 April 1879.

Seluruh karyawan atau pegawai di Alfamidi Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) turut memperingatinya.

Mereka memperingati dengan cara menggunakan kemeja batik cokelat khusus untuk hari ini.

Salah satu karyawan yang ditemui, Ayu Lestari (21) mengaku bangga dengan sosok RA Kartini.

Ia mengungkapkan hal yang patut kita petik dan pelajari dari pejuang perempuan itu ialah kemandirian.

Bagi Ayu sapaan akrabnya perempuan saat ini, harus berani mandiri secara ekonomi.

Salah satunya dengan cara bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup tanpa harus bergantung.

"Perempuan juga bisa, bukan cuman laki-laki yang bisa mandiri," terang Ayu saat ditemui di Alfamidi Jl Insyinyur Juanda, Kelurahan Mamunyu.

"Dan juga perempuan tidak baik terlalu gengsi, kerja yang penting halal pasti berkah," lanjut perempuan asli Pasangkayu itu.

Baginya di momentum emansipasi perempuan ini, sosok perempuan harus punya prinsip hidup.

Seperti berani bekerja tanpa harus gengsi apalagi malu dengan posisi status pekerjaanya.

Alumni SMK Darussalam Makassar itu sudah empat bulan bekerja sebagai karyawan di Alfamidi.

Ia tinggal di Mamuju seorang diri dengan menyewa sebuah kamar kos di area Kali Mamuju.

Baginya, ia rela terpisah jarak  dengan orang tua dan sanak keluarga demi hidup mandiri.

"Bekerja harus iklas dan jagan banyak mengeluh, pasti ada rejekinya masing-masing," ujar perempuan anak pertama dari tiga bersaudari itu.

Dihari RA Kartini ini, ia turut berpesan sesama kaum perempuan untuk berani hidup mandiri.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved