Anggota Dewan Sebut PT Toscano Lecehkan Lembaga DPRD Pasangkayu
Fenomena ikan mati secara massal di Dusun Banua-banua Desa Kalola, diduga disebabkan dari limbah PKS PT Toscano Indah Pratama.
Penulis: Egi Sugianto | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Ketua-Komisi-I-DPRD-Pasangkayu-Yeni-Pepi-Adriani.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU – Anggota DPRD Pasangkayu geram terhadap managemen salah satu Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di wilayah Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu.
Bagaimana tidak, saat anggota DPRD Pasangkayu melakukan pengawasan menindaklanjuti laporan warga terkait fenomena ikan mati di sungai kalola, pihak PKS meminta surat tugas dari DPRD Pasangkayu.
Fenomena ikan mati secara massal di Dusun Banua-banua Desa Kalola, diduga disebabkan dari limbah PKS PT Toscano Indah Pratama.
Ketua Komisi I DPRD Pasangkayu, Yani Pepi Adriani, menyebut PT Toscano melecehkan lembaga DPRD Pasangkayu.
“Ngaco itu Toscano,” jelas Yani, via WhatShapp, Kamis malam (21/4/2022).
Dikatakan anggota DPRD melakukan pengawasan terkendala karena pihak PKS minta surat tugas.
“DPRD memiliki fungsi pengawasan. Siapapun harus tahu itu,” jelasnya.
Sebelumnya, diberitakan ikan-ikan di sungai kalola, Desa Kalola, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu mendadak mati.
Fenomena ikan mati secara
massal ini, direkam warga dan akhirnya ramai dibicarakan.
Dalam tayang video berdurasi 0,58 detik itu memperlihatkan sungai kalola berubah warna sedikit lebih coklat.
Kemudian ada penampakan ikan berukuran kecil mati tergeletak di sana-sini.
Diketahui posisi pengambilan
gambar tersebut, ada di Dusun Banu-banua.
Dusun tersebut, masih wilayah
yang dialiri sungai kalola.
Rekaman video ikan mati ini, diterima Tribun-Sulbar.com, Rabu (20/4/2022) pukul 12.30 Wita.
"Ini penampakan sungai di
belakang rumah. Semua ikan mati," ucap warga yang merekam kejadian itu.
Warga menduga kematian ikan
secara mendadak ini, diduga karena pencemaran dari limbah Kelapa Sawit.
Sampai berita ini ditayangkan, belum diperoleh penjelasan ilmiah penyebab kematian ikan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pasangkayu. (*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Egi Sugianto