Penghargaan Kalpataru 2022

Kisah Abigael Lomo Masuk Nominasi 3 Besar Penghargaan Kalpataru 2022 Kategori Mengabdi

Abigael Lomo akan bersaing dengan Aipda Dodi Permana dari Sumatera Selatan dan Zulkifli dari Maluku Utara.

Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Hasrul Rusdi
Ist/Tribun-Sulbar.com
Abigael Lomo saat mendampingi kelompok tani di Polman, Sulawesi Barat. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU- Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai penyuluh Pertanian Dinas Pertanian Polman, Abigael Lomo masuk nominasi tiga besar penghargaan Kalpataru 2022.

Penghargaan Kalpataru 2022 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini dengan kategori mengabdi.

Sejak 2014, Abigael Lomo mengabdi dan aktif melakukan edukasi pertanian ramah lingkungan, pembuatan pupuk organik, pemanfaatan limbah, hingga meningkatkan produksi pertanian.

Selain itu, Abigael Lomo juga aktif mengikuti kegiatan sosial atau menjadi relawan pada kegiatan lingkungan.

Abigael Lomo akan bersaing dengan Aipda Dodi Permana dari Sumatera Selatan dan Zulkifli dari Maluku Utara.

Baca juga: PPP Jakarta Akan Usung Anies-Khofifah, PPP Sulbar: Kami Masih Menungga Arahan DPP

Baca juga: Kasatpol PP Makassar M Iqbal Asnan Diamankan Polisi Terkait Kasus Penembakan Pegawai Dishub

Abigael Lomo saat mendampingi kelompok tani di Polman, Sulbar, Rabu (24/2/2021)
Abigael Lomo saat mendampingi kelompok tani di Polman, Sulbar, Rabu (24/2/2021) (Ist/Tribun-Sulbar.com)

"Saya juga kaget bisa masuk tiga nominasi penghargaan Kalpataru dari 25 peserta dari 33 provinsi," kata Abigael, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (16/4/2022).

Sehari-hari Abigael mendampingi masyarakat petani di Polman sembari memberikan edukasi peningkatan pertanian.

Bertahun-tahun lamanya, Abigael melakongi profesi tersebut demi kesejahteraan masyarakat khususnya para petani.

Mulai, dari desa ke desa lainnya membantu peningkatan produk pertanian masyarakat.

Setelah, produk petani meningkat, maka dirinya pindah lagi ke tempat lain di Polman.

"Saya juga berikan penyuluhan kepada ibu-ibu petani. Sembari juga biasa jadi relawan mengajad di sekolah-sekolah," ungkap Abigael saat menceritakan kisahnya menjadi pengabdi masyarakat.

Dia berharap masih banyak relawan-relawan lain muncul demi masyarakat.

Khususnya dalam mendampingi masyarakat meningkatkan kesejahteraan melalui pekerjaannya yang mayoritas petani.

Diketahui, tahun lalu pengelola rumah penyu di Polman Yusri juga masuk kategori mendapatkan penghargaan Kalpataru 2021 lalu.(*)

Laporan Wartawan TRIBUN-SULBAR.COM, Habluddin

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved