OPINI

Fitrah Ibu yang Terkoyak

Dia mengaku selama ini kurang kasih sayang. Dia mengaku sudah tidak sanggup lagi hidup dengan ekonomi yang pas-pasan.

Editor: Hasrul Rusdi
Ist/Tribun-Sulbar.com
drg. Rubiah Lenrang, Praktisi Kesehatan dan Ibu Rumah Tangga 

Oleh: drg. Rubiah Lenrang, Praktisi Kesehatan dan Ibu Rumah Tangga

Duka lara menerpa hati para ibu di seluruh nusantara saat mendengar berita kasus pembunuhan sadis dengan pelaku seorang ibu muda Kanti Utami alias KU, ibu muda di Brebes, tega membunuh anak kandungnya yang berjenis kelamin perempuan, AR (7), dengan cara menggorok lehernya.

Ibu berusia 35 tahun itu ternyata juga melukai dua anak kandungnya yang lain, KS (10) dan EM (5). (Tribunnewswiki.com, 20/3/2022).

Pelaku KU dalam sebuah pengakuannya di kantor polisi, dalam sel penjara, ia hanya ingin menyelamatkan anak-anaknya. Meski dengan cara yang salah, dia meyakini kematian anak-anaknya adalah jalan terbaik.

Dia mengaku selama ini kurang kasih sayang. Dia mengaku sudah tidak sanggup lagi hidup dengan ekonomi yang pas-pasan. Apalagi, dia mengaku suaminya sering menganggur.

Ibu yang tergambar dalam benak kita adalah sosok yang penyayang, yang tidak mungkin tega menyakiti anak-anaknya. Ibarat peribahasa, sekejam-kejam harimau tidak akan memakan anaknya sendiri.

Bahkan seorang ibu sudah bertarung nyawa sejak hamil dan melahirkan demi sang buah hati, menyusui, membesarkan dan merawat mereka dengan penuh kasih dan pengorbanan yang tiada tara.

Namun, apa yang dilakukan KU sungguh sangat jauh dari sifat-sifat fitrah seorang ibu. Disinyalir ia mengalami depresi karena kesulitan ekonomi.

Fenomena terkoyaknya fitrah ibu ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Beberapa kasus serupa pun sempat membuat hati kita menangis.

Di tengah beratnya tekanan hidup dengan banyaknya kebijakan yang cenderung tidak memihak rakyat, seperti kebutuhan bahan pokok yang semakin mahal, tarif dasar listrik yang semakin meningkat, biaya pendidikan dan kesehatan yang tidak murah dan lain sebagainya membuat perempuan harus ikut membanting tulang demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved