Uztaz Menjawab

Uztaz Menjawab: Tentang Amarah Berakhir Cinta hingga Dijanjikan Surga oleh Allah

Sabaruddin membuka materi dengan sebuah kisah Ali bin Abi Thalib yang sering melakukan pertempuran dengan orang kafir Quraisy.

Penulis: Masdin | Editor: Munawwarah Ahmad
Tribun Sulbar / Masdin
Tangkapan layar Ustadz Sabaruddin LC saat mengisi program Tribun-Timur.com Syiar Ramadan 1443 Hijriah, Jumat (15/4/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM,MAMUJU - Pada puasa ke-13 ramadan, Ustadz Sabaruddin LC kembali hadir dalam program Tribun-Timur.com Syiar Ramadan 1443 Hijriah, Jumat (15/4/2022).

Program Anda Bertanya Ustadz Menjawab Episode ke-13 kali ini mengangkat tema Amarah Berakhir Cinta.

Sabaruddin membuka materi dengan sebuah kisah Ali bin Abi Thalib yang sering melakukan pertempuran dengan orang kafir Quraisy.

Dimana setiap kafir Quraisy yang ia jumpai pada saat pertempuran tersebut pasti terbunuh.

Tapi suatu ketika ada orang kafir Quraisy yang kemudian tidak jadi dibunuh olehnya setelah dicekik dan meludah ke arahnya.

"Wahai Ali kenapa kenapa engkau tidak membunuh aku seperti engkau membunuh saudara-saudara ku," ujar Ustad Sabaruddin menirukan teriakan kafir Quraisy tersebut.

Sabaruddin melanjutkan, imam Ali setelah mendengar teriakan tersebut mengatakan, sebenarnya punya niatan untuk membunuh.

"Tapi disaat engkau meludahi maka muncul amarah maka saya tinggalkan. Siapa tahu saya membunuh bukan karena Allah tapi membunuh karena amarah dan nafsu," katanya.

Mendengar alasan itu, orang kafir Quraisy tersebut akhirnya masuk ke dalam islam.

"Maka sesuai dengan tema kita bahwa amarah berakhir dengan cinta, dia mengucapkan kalimat syahadat bukan dengan pedang tapi karena ahlak," kagumnya.

Lebih jauh, Sabaruddin mengatakan dalam ayat Al Quran juga disebutkan bahwa setiap orang memiliki potensi untuk marah.

Namun dari sini kemudian kita dituntut untuk menahan dan mengontrol amarah tersebut.

"Kenapa? karena Rasulullah bersabda ketika ada orang yang marah kemudian dicaci dengan marahan, maka sesungguhnya yang datang itu adalah setan," kata dia.

Namun sebaliknya cara terbaik ketika  seseorang marah dan orang yang dimarahi sebaiknya diam sejenak.

"Kata Rasulullah, ketika seseorang marah kemudian engkau terdiam. Maka sesungguhnya yang membalas cacian tersebut adalah malaikat,"

Adapaun, Sabaruddin menekankan orang yang menahan amarah itu adalah termasuk orang yang dijanji oleh Allah yang tempatnya adalah Surga.

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Masdin

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved