Universitas Al Asyariah Mandar Gagas Sekolah Demokrasi Perempuan

"Terkait rancangan kurikulum sekolah perempuan sudah selesai, tinggal menjalin kerjasama kedua belah pihak," ucap Ahmad Prayudi, Jumat (15/4/2022).

Penulis: Hasan Basri | Editor: Hasrul Rusdi
Ist/Tribun-Sulbar.com
Pusat Kajian Perempuan Unasman (PKP UNASMAN) silaturahmi dengan Ketua TP PKK Kabupaten Polewali Mandar, Jumriah Ibrahim (tengah) disalah satu masjid di Polman, Jumat (15/4/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Pusat Kajian Perempuan Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) tengah menggagas ruang belajar perempuan (RBP) dan sekolah demokrasi.

Progam ini dirancang untuk mewujudkan perempuan lebih produktif dan mampu berdaya saing di segala sektor.

Pasalnya, indeks pembangunan gender dan pembangunan manusia di Polewali Mandar dianggap masih rendah.

Terlebih urusan keterlibatan perempuan pada pemilu masih minim lantaran kurangnya keterampilan dimiliki.

Pengurus PKP Unasman, Ahmad Prayudi menyampaikan, akan menjalin kerjasama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupatan Polewali Mandar.

Baca juga: Polisi Israel Serbu Masjid Al Aqsa Palestina, 100 Orang Dilaporkan Terluka

Baca juga: Thariq Halilintar Pacar Fuji Akhirnya Bongkar Kalau Chika Selingkuh hingga Putus

Pusat Kajian Perempuan Unasman (PKP UNASMAN) silaturahmi dengan Ketua TP PKK Kabupaten Polewali Mandar, Jumriah Ibrahim (tengah) disalah satu masjid di Polman, Jumat (15/4/2022).
Pusat Kajian Perempuan Unasman (PKP UNASMAN) silaturahmi dengan Ketua TP PKK Kabupaten Polewali Mandar, Jumriah Ibrahim (tengah) disalah satu masjid di Polman, Jumat (15/4/2022). (Ist/Tribun-Sulbar.com)

"Terkait rancangan kurikulum sekolah perempuan sudah selesai, tinggal menjalin kerjasama kedua belah pihak," ucap Ahmad Prayudi, Jumat (15/4/2022).

RBP dan sekolah Demokrasi perempuan di Polman sangat penting, apalagi setelah disahkannya Undang-undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) pada 12 April 2022.

Pengesahan ini menunjukkan bahwa pihak pemerintah semakin pro terhadap perempuan.

"Banyak hal yang mesti kita lakukan agar kedepan perempuan lebih banyak melakukan aktivitas yang positif, serta tidak diperhitungkan jauh daripada laki-laki, sehingga semakin berkurang perempuan yang menjadi korban," tuturnya.

Melalui sekolah perempuan di desa diharapkan mampu menyelesaikan permasalah perempuan dari skala kecil.

Sebab, perempuan yang kadang kala selama ini hanya fokus pada penopang berjalannya aktivitas kerumah tanggaan, sehingga bisa lebih mampu dan berilmu melihat potensi yang ada pada diri.

"Karena bukan hanya faktor laki-laki yang selalu menjadi pelaku, tetapi karena perempuan yang tidak memiliki kemampuan apa-apa," paparnya.

Selain itu, Ahmad Prayudi memutuskan sekolah demokrasi perempuan juga digagas karena melihat indeks pembangunan gender dan pembangunan manusia di Polewali Mandar yang tidak pernah meningkat tinggi.

Terlebih urusan keterlibatan perempuan pada pemilu yang lebih banyak, tetapi peminat keterwakilan perempuan yang sangat terbatas, hal tersebut bisa jadi karena kurangnya keterampilan dan kemampuan perempuan di publik.

Sementara Ketua TP PKK Kabupaten Polewali Mandar, Jumriah Ibrahim sangat mengapresiasi kerja tersebut.

"Saya bersedia bekerjasama, agendanya sangat bagus. Perempuan memang patut diberi banyak ilmu agar lebih berdaya," ucapnya. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved