Opini

THR yang Dinanti, Solusi Sejahtera?

Meski realitasnya masih ada beberapa pengusaha yang tidak bisa membayarkan hak pekerja tersebut dikarenakan faktor keuangan perusahaan.

Editor: Nurhadi Hasbi
DOK Penulis
Ina Ummu Faiz, Anggota Komunitas Literasi WCWH 

Oleh: Ina Ummu Faiz
Anggota Komunitas Literasi WCWH

RAMADAN bulan kemuliaan dan penuh keberkahan.

Berkahnya mendatangkan suasana bahagia bagi setiap pekerja.

Tunjangan Hari Raya (THR) adalah momen yang paling dinanti oleh para pekerja.

Ini merupakan salah satu berkah Ramadan. Sudah menjadi tradisi tiap tahunnya, pembagian THR oleh atasan kepada bawahannya sebagai salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan pekerja atau buruh dan keluarganya dalam merayakan hari raya keagamaan.

Namun, kali ini THR kembali menjadi topik hangat. Setelah tahun sebelumnya, akibat pandemi covid-19, yaitu di tahun 2020 pemerintah memberikan kelonggaran kepada pengusaha untuk mencicil THR kepada karyawannya.

Meski realitasnya masih ada beberapa pengusaha yang tidak bisa membayarkan hak pekerja tersebut dikarenakan faktor keuangan perusahaan.

Dilansir dari tirto.id (3/4/21), Kementerian Ketenagakerjaan RI mewajibkan perusahaan membayar Tunjangan Hari Raya (THR) Idulfitri 2022 secara penuh kepada pekerja.

Pemerintah tidak memberikan relaksasi kepada perusahaan dalam pembayaran THR karena alasan pandemi Covid-19.

Tentunya kebijakan ini didasari pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi pekerja atau buruh di perusahaan.

THR wajib dibayarkan paling lama tujuh hari sebelum hari raya keagamaan.

Jika hal ini dilanggar, maka akan dijatuhi sanksi administratif berupa teguran tertulis, pembatasan kegiatan usaha, penghentian sementara sebagian atau seluruh alat produksi, serta pembekuan kegiatan usaha.

Sementara itu, besaran THR didapatkan karyawan atau buruh yang bekerja di perusahaan berdasarkan lamanya bekerja.

Sehingga, karyawan atau buruh yang bekerja sudah 12 bulan lamanya, maka berhak mendapatkan THR sesuai gajinya per bulan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved