Haji 2022

Penduduk Muslim Terbesar, Indonesia Harus Dapat Kuota Haji Lebih Banyak ke Tanah Suci

Pembukaan itu memberikan kepastian kepada calon jamaah haji asal Indonesia yang sudah tertunda selama 2 tahun.

Editor: Ilham Mulyawan
Shutterstock
Kegiatan Umrah kembali dibuka untuk jemaah asal Indonesia 

TRIBUN-SULBAR.COM - Ketua DPD RI, La Nyalla Mahmud Mattalitti meminta pemerintah segera meastikan jumlah kuota jamaah haji UIndonesia tahun ini.

Menruutnya hal ini penting, karena akan mempengaruhi persiapan haji, di dalam negeri maupun di Arab Saudi.

"Minta kepastian jumlah kuota haji ke Pemerintah Arab Saudi agar persiapannya matang, mengingat ada beberapa syarat yang harus dipenuhi," kata LaNyalla seperti dikutip dari rilis yang diterima.

Seperti diketahui, pemerintah Arab Saudi telah memutuskan membuka kuota 1 juta jamaah.

Pembukaan itu memberikan kepastian kepada calon jamaah haji asal Indonesia yang sudah tertunda selama 2 tahun.

Namun sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar, LaNyalla menginginkan Indonesia mendapatkan kuota maksimal.

Ketua DPD RI La Nyalla minta Pilisi usut tuntas kasus penipuan Quotex dan Binomo
Ketua DPD RI La Nyalla minta Pilisi usut tuntas kasus penipuan Quotex dan Binomo (La Nyalla for Tribun-Sulbar.com)

"Jumlah kuota tidak akan sama seperti sebelum pandemi. Makanya saya minta pemerintah kita untuk melobi Arab Saudi sehingga kuota kita mendapat tambahan lebih banyak," jelas dia.

Senator asal Jawa Timur itu mengingatkan tentang perlunya prioritas dan klasifikasi jamaah calon haji yang akan berangkat. Hal itu penting supaya tidak menimbulkan kegaduhan di kemudian hari.

"Calon jamaah haji yang harusnya berangkat tahun 2020 maupun 2021 jumlahnya banyak. Sementara tahun 2022 ini kuota kita turun. Disinilah pentingnya memberi prioritas, namun tetap sesuai ketentuan," paparnya.

Setelah ibadah haji dibuka kembali, Pemerintah Arab Saudi memberikan syarat utama jamaah yang bisa ibadah haji tahun ini. Di antaranya usia calon jamaah tidak boleh lebih dari 65 tahun, telah mendapatkan vaksin booster, serta negatif Covid yang dibuktikan dengan tes PCR di negara asal.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved